Jambi (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, akan membangun sebuah perkampungan khusus bagi komunitas Orang Rimba atau biasa disebut Suku Anak Dalam (SAD) di daerah itu pada 2013.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bungo, Tommy Usman yang dihubungi di Jambi, Senin, mengatakan, keberadaan SAD di Kabupaten Bungo dinilai sudah meresahkan sejumlah warga.
Keberadaan SAD dengan kebiasaannya melangun atau mengembara dan berkeliaran di perkebunan warga, bahkan meminta-minta di sejumlah toko menjadikan persoalan sendiri di daerah itu.
"Dalam area perkampungan ini direncanakan akan dibuatkan sebuah perkebunan yang bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan hidup warga SAD," ujar Tommy Usman.
Namun demikian, kata dia, rencana itu baru sebatas wacana. Untuk itu ia mengajak seluruh stakeholder di Kabupaten Bungo untuk ikut turun tangan menangani persoalan SAD di daerah itu.
Salah satunya adalah dengan mengalokasikan beberapa hektar lahan yang bisa dijadikan lokasi bagi perkampungan Orang Rimba di daerah itu nantinya.
"Salah satu caranya bisa melalui program `corporate social responsibility` (CSR) dengan melibatkan pihak swasta hingga SAD bisa lebih mandiri," katanya.
Pada perkampungan khusus SAD tersebut juga akan dimasukan upaya pembinaan secara sosial. Diantaranya adalah pembinaan anak anak Orang Rimba melalui pendidikan.
Dalam pendidikan itu, lanjut dia, akan diajarkan secara bertahap, bagaimana kehidupan bermasyarakat pada umumnya, sesuai dengan aturan adat istiadat dan agama.
Tidak hanya itu, Pemkab Bungo juga berencana membuat sebuah yayasan yang bergerak untuk membina SAD seperti yang telah dilakukan di daerah lain. Salah satunya ada di Kabupaten Darmasraya, Provinsi Sumatra Barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bungo.
Untuk berita lebih lengkap silahkan kunjungi web sumbernya : http://www.antaranews.com

![]() |
| Suku Anak Dalam - Foto http://asikunik.blogspot.com |
Keberadaan SAD dengan kebiasaannya melangun atau mengembara dan berkeliaran di perkebunan warga, bahkan meminta-minta di sejumlah toko menjadikan persoalan sendiri di daerah itu.
"Dalam area perkampungan ini direncanakan akan dibuatkan sebuah perkebunan yang bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan hidup warga SAD," ujar Tommy Usman.
Namun demikian, kata dia, rencana itu baru sebatas wacana. Untuk itu ia mengajak seluruh stakeholder di Kabupaten Bungo untuk ikut turun tangan menangani persoalan SAD di daerah itu.
Salah satunya adalah dengan mengalokasikan beberapa hektar lahan yang bisa dijadikan lokasi bagi perkampungan Orang Rimba di daerah itu nantinya.
"Salah satu caranya bisa melalui program `corporate social responsibility` (CSR) dengan melibatkan pihak swasta hingga SAD bisa lebih mandiri," katanya.
Pada perkampungan khusus SAD tersebut juga akan dimasukan upaya pembinaan secara sosial. Diantaranya adalah pembinaan anak anak Orang Rimba melalui pendidikan.
Dalam pendidikan itu, lanjut dia, akan diajarkan secara bertahap, bagaimana kehidupan bermasyarakat pada umumnya, sesuai dengan aturan adat istiadat dan agama.
Tidak hanya itu, Pemkab Bungo juga berencana membuat sebuah yayasan yang bergerak untuk membina SAD seperti yang telah dilakukan di daerah lain. Salah satunya ada di Kabupaten Darmasraya, Provinsi Sumatra Barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bungo.
Untuk berita lebih lengkap silahkan kunjungi web sumbernya : http://www.antaranews.com

