MUARABUNGO — Aparat Kecamatan Pasar Muara Bungo akan
berlaku tegas dalam menjalankan Perda Hewan Ternak demi keindahan dan
ketertiban Kota Muara Bungo. Pihak kecamatan yang berkoordinasi dengan
Satpol PP akan melakukan operasi penembakan dengan bius terhadap hewan
ternak yang berkeliaran.
Camat Pasar Muara Bungo, Fahmi, mengatakan, bagi hewan ternak yang
berkeliaran di tengah kota akan ditembak bius untuk memberi efek jera
pada pemilik hewan ternak yang tidak memperhatikan hewan peliharaannya.
“Perdanya sudah ada dan sudah disepakati semua pihak. Jadi apabila masih ada ternak memasuki jalan kota Muara Bungo akan kami tembak dengan obat bius,” ujar Fahmi.
Selain bekerjasama dengan Satpol PP dalam menjalankan perda, pihak Kecamatan Pasar Muara Bungo juga melibatkan dinas peternakan, agar setelah menangkap ternak yang berkeliaran ada tempat penampungan sebelum pemiliknya datang.
“Semua ternak yang tertangkap sedang berkeliaran akan dikumpulkan dalam satu tempat,” kata Fahmi.
Saat ini pihak Kecamatan Pasar Muara Bungo masih kekurangan tenaga pengangkut ternak ke kendaraan dan memberikannya makan, meski peralatannya sudah lengkap. Hal itu telah disosialisasikan ke masyarakat melalui musyawarah agar tidak sembarangan melepas hewan ternaknya.
“Sosialisai dan kesepakatan sudah dibuat bersama warga, baik warga kecamatan setempat maupun di luar kecamatan. Jadi, sudah jelas bagaimana hasilnya nanti,” tandas Camat. (infojambi.com/MUB)
Sumber: http://infojambi.com

![]() |
| Ilustrasi. Foto jambiekspres.co.id |
“Perdanya sudah ada dan sudah disepakati semua pihak. Jadi apabila masih ada ternak memasuki jalan kota Muara Bungo akan kami tembak dengan obat bius,” ujar Fahmi.
Selain bekerjasama dengan Satpol PP dalam menjalankan perda, pihak Kecamatan Pasar Muara Bungo juga melibatkan dinas peternakan, agar setelah menangkap ternak yang berkeliaran ada tempat penampungan sebelum pemiliknya datang.
“Semua ternak yang tertangkap sedang berkeliaran akan dikumpulkan dalam satu tempat,” kata Fahmi.
Saat ini pihak Kecamatan Pasar Muara Bungo masih kekurangan tenaga pengangkut ternak ke kendaraan dan memberikannya makan, meski peralatannya sudah lengkap. Hal itu telah disosialisasikan ke masyarakat melalui musyawarah agar tidak sembarangan melepas hewan ternaknya.
“Sosialisai dan kesepakatan sudah dibuat bersama warga, baik warga kecamatan setempat maupun di luar kecamatan. Jadi, sudah jelas bagaimana hasilnya nanti,” tandas Camat. (infojambi.com/MUB)
Sumber: http://infojambi.com

