| Foto:dinamikawarta.com |
JUJUHAN - Permasalahan tapal batas di antara Jujuhan
Bungo, Provinsi Jambi dengan Sungai Rumbai Dharmasraya, Provinsi
Sumatera Barat (Sumbar), tampaknya tak henti-hentinya dikeluhkan warga
Jujuhan. Warga yang berdomisili di wilayah perbatasan ini mengaku geram.
Ini terkait belum terbangunnya pembatas resmi oleh Pemerintah Provinsi
Jambi. Meskipun sebenarnya sudah ada kesepakatan, bahwa Batu Elang
menjadi batas alam perbatasan kedua wilayah. Namun warga berharap ada
pembatas resmi berupa tugu yang dibangun di perbatasan ini. Agar status
kependudukan warga di wilayah ini semakin jelas.
Kekecewaan warga ini diluapkan dengan berbagai cara. Satu diantaranya, dengan menuliskan "Batas Jalur gaza Israel" di tugu yang lama. Itu ditulis warga sebagai bentuk kekecewaan warga Jujuhan yang berdomisili di wilayah perbatasan. Dimana status mereka diantara dua tugu selamat datang di Propinsi Sumbar dan Jambi belum jelas. Apakah secara administrasi masuk ke Sumbar, ataukah masuk ke wilayah Jambi. Karena sampai saat ini pemerintah dan tim tapal batas belum memasang patok tapal batas di Batu Elang.
“Kami lihat tulisan itu sudah lama dibuat warga. Kita juga turut perhatin kenapa masalah pemasangan patok tapal batas belum juga dibuat,” ujar Daulai, salah seorang warga Jujuhan.
Dikatakannya, di wilayah dalam, dusun yang berbatasan dengan Sumbar, sudah dibuat patok batas, tetapi di Lintas belum ada patok tersebut.
“Kenapa yang di lintas ini belum juga dipasang. Jadi kami yang berada di wilayah batas ini masuk ke wilayah mana," tukasnya.
Kekecewaan warga ini diluapkan dengan berbagai cara. Satu diantaranya, dengan menuliskan "Batas Jalur gaza Israel" di tugu yang lama. Itu ditulis warga sebagai bentuk kekecewaan warga Jujuhan yang berdomisili di wilayah perbatasan. Dimana status mereka diantara dua tugu selamat datang di Propinsi Sumbar dan Jambi belum jelas. Apakah secara administrasi masuk ke Sumbar, ataukah masuk ke wilayah Jambi. Karena sampai saat ini pemerintah dan tim tapal batas belum memasang patok tapal batas di Batu Elang.
“Kami lihat tulisan itu sudah lama dibuat warga. Kita juga turut perhatin kenapa masalah pemasangan patok tapal batas belum juga dibuat,” ujar Daulai, salah seorang warga Jujuhan.
Dikatakannya, di wilayah dalam, dusun yang berbatasan dengan Sumbar, sudah dibuat patok batas, tetapi di Lintas belum ada patok tersebut.
“Kenapa yang di lintas ini belum juga dipasang. Jadi kami yang berada di wilayah batas ini masuk ke wilayah mana," tukasnya.
Reporter : Azhar KM
Sumber: http://dinamikawarta.com/berita-1133-ada-jalur-gaza-di-jujuhan.html
