JUJUHAN - Pembangunan jalan sepanjang 1600 meter yang dibangun oleh Sungai Rumbai Timur Dharmasraya menembus wilayah Sirih Sekapur Perkembangan yang lalu yang sempat distop pengerjaannya oleh masyarakat setempat. Namun sekarang pengerjaan dilanjutkan lagi.
Rio Sirih Sekapur dan masyarakat menyesalkan sikap Wali Nagari Sungai Rumbai yang membangun jalan itu. Rio mengaku tak terima dengan pembangunan yang tidak bermusyawarah sebelumnya. Dia mengaku, Sumbar sudah mengobok-obok wilayah Jujuhan Kabupaten Bung
o.
Rio Sirih Sekapur Perkembangan Deni Novriza ketika dihubungi koran ini mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan Wali Nagari Sungai Rumbai Timur Arisman supaya tidak melanjutkan pengerjaan jalan. Kalau memang sudah sepakat sebutnya, akan dibuat portal, mengantisipasi aksi kejahatan di perbatasan.
"Itikat kami tidak diindahkan oleh kewalinagarian Sungai Rumbai Timur. Bahkan minggu ini mereka melanjutkan pengerjaan jalan itu. Jelas-jelas warga kami marah. Untung kami bisa meemberi pemahaman pada masyarakat. Kalau tidak akan terjadi konflik di perbatasan," ujar Deni Novriza.
Pantauan koran ini di lapangan, memang ada kelanjutan pengerjaan proyek jalan yang dibangun melalui dan PNPM UPK Jorong Kamang Baru Sungai Rumbai. Jenis proyek perkerasan jalan sirtu sepanjang 1600 meter dengan lebar 3,5 meter. Jalan ini dibangun dengan anggaran dana Rp 222,263,000. Walinagari Sungai Rumbai Timur Arisman ketika dihubungi koran ini mengatakan, memang jalan itu dibangun untuk jalan keluarga dan jalan perkebunan.
"Tidak ada klaim wilayah," ujar Arisman pada koran ini.
Warga Jujuhan berharap pada tim tapal batas supaya turun ke lapangan untuk menindak lanjuti kegiatan pengerjaan jalan di ini. Karena pembangunan masuk ke wilayah Jujuhan dan membangun jalan tanpa musyawarah.
"Tau-tau sudah membuka jalan baru itu nama mengobok-obok wilayah Jujuhan namanya," ujar Santo salah seorang warga. (azh)
Sumber: http://dinamikawarta.com/berita-1340-sumbar-obokobok-bungo-warga-berang.html

Rio Sirih Sekapur dan masyarakat menyesalkan sikap Wali Nagari Sungai Rumbai yang membangun jalan itu. Rio mengaku tak terima dengan pembangunan yang tidak bermusyawarah sebelumnya. Dia mengaku, Sumbar sudah mengobok-obok wilayah Jujuhan Kabupaten Bung
| foto:dinamikawarta.com |
Rio Sirih Sekapur Perkembangan Deni Novriza ketika dihubungi koran ini mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan Wali Nagari Sungai Rumbai Timur Arisman supaya tidak melanjutkan pengerjaan jalan. Kalau memang sudah sepakat sebutnya, akan dibuat portal, mengantisipasi aksi kejahatan di perbatasan.
"Itikat kami tidak diindahkan oleh kewalinagarian Sungai Rumbai Timur. Bahkan minggu ini mereka melanjutkan pengerjaan jalan itu. Jelas-jelas warga kami marah. Untung kami bisa meemberi pemahaman pada masyarakat. Kalau tidak akan terjadi konflik di perbatasan," ujar Deni Novriza.
Pantauan koran ini di lapangan, memang ada kelanjutan pengerjaan proyek jalan yang dibangun melalui dan PNPM UPK Jorong Kamang Baru Sungai Rumbai. Jenis proyek perkerasan jalan sirtu sepanjang 1600 meter dengan lebar 3,5 meter. Jalan ini dibangun dengan anggaran dana Rp 222,263,000. Walinagari Sungai Rumbai Timur Arisman ketika dihubungi koran ini mengatakan, memang jalan itu dibangun untuk jalan keluarga dan jalan perkebunan.
"Tidak ada klaim wilayah," ujar Arisman pada koran ini.
Warga Jujuhan berharap pada tim tapal batas supaya turun ke lapangan untuk menindak lanjuti kegiatan pengerjaan jalan di ini. Karena pembangunan masuk ke wilayah Jujuhan dan membangun jalan tanpa musyawarah.
"Tau-tau sudah membuka jalan baru itu nama mengobok-obok wilayah Jujuhan namanya," ujar Santo salah seorang warga. (azh)
Sumber: http://dinamikawarta.com/berita-1340-sumbar-obokobok-bungo-warga-berang.html

+ komentar + 1 komentar
UDAH DIBANTU MEMBANGUN JALAN KOK MARAH SANAK????
SYUKURLAH KITA ADA JALAN BARU,,, EMANG KALO KITA MEMBANGUNNYA BISA???