Pemkab Kerinci sepertinya tidak putus
asa dalam upaya membuka jalur transportasi yang membedah Taman Nasional
Kerinci Seblat (TNKS). Pasalnya, peluang untuk membuka jalur
transportasi jalan darat dari Desa Sungai Kuning ke Desa Tanah Tumbuh
Kabupaten Bungo tidak kunjung disetujui TNKS. Kini, upaya untuk membuka
akses transportasi diupayakan melalui rel kereta api.
![]() |
| foto:google.com |
Apalagi proposal pembangunan rel kereta
api sebagai jalan evakuasi bencana telah disampaikan ke Bappenas RI.
Wakil Bupati Kerinci, Zainal Abidin mengatakan, Pemkab Kerinci
berinisiatif membangun rel kereta api dari Kerinci ke Bungo dan Teluk
Bayur.
Alasannya, pembangunan rel kereta api sebagai antisipasi dan meminimalisir korban bencana dalam mengangkut masyarakat Kerinci.
“Jika jalan yang kita bangun otomatis akan merusak TNKS, tapi, kereta api kawasan sekitar rel bakal aman,” ujar Zainal Abidin.
Lagian, lanjutnya, bisa dimanfaatkan
warga sebagai alat transportasi untuk mengangkut barang pertanian untuk
dijual keluar daerah.
Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi
Jambi M. Zubaidir mengaku mendukung penuh usaha dari Pemkab Kerinci
dalam membangun rel kereta api dan menjadikan transportasi kereta api
sebagai alat evakuasi di dalam Kabupaten Kerinci ke depannya nanti.
Dalam mendukung usaha tersebut pihaknya
akan mengoordinasikan pengajuan proposal tersebut kepada Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) agar bisa mengoordinasikan dan membantu
merealisasi masalah ini. "Kita akan sampaikan kepada BNPB RI, agar bisa
berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk merealisasi usulan
tersebut,"jelasnya.
Peltu Kepala BPBD Kerinci Evi Rasmianto
membenarkan akan adanya pengajuan proposal pembangunan rel kereta api di
Kerinci, sejauh ini pihaknya selalu mendukung usaha tersebut bahkan
pihaknya akan ikut memperjuangkan pembangun rel kereta api tersebut.
"Kalau terwujud, kemungkinan besar Kerinci akan mengalami perkembangan ke arah yang baik," sebutnya.(fyo/dar)
Sumber: http://www.jambi-independent.co.id/index.php/headline/item/286-rel-kereta-api-siap-bedah-tnks

