Penanaman perdana itu dilakukan oleh Bupati Bungo, H. Sudirman Zaini, Rabu kemarin (3/4) yang diikuti dan disaksikan ratusan warga yang menghadiri acara tersebut.
Menurut data yang dihimpun harian ini, 75 hektar tersebut tidak ditanami kedelai untuk perkebunan saja. Akan tetapi 15 hektar diantaranya akan dikhususkan untuk daerah pembibitan kedelai.
Dengan lahan yang cukup luas itu, Dusun Baru ini diharapkan bisa menjadi central kedelai untuk wilayah Kabupaten Bungo ke depannya.
“Mudah-mudahan ini bisa memberikan dampak besar bagi kemajuan dusun ini. Dan semoga penanaman ini nantinya akan berhasil,” ujar Camat Pelepat, Wahyu Sarjono dalam sambutannya.
Sementara itu, dalam laporannya, Wahyu mengatakan, penanaman perdana kedelai tersebut semestinya telah dilakukan pada tahun 2012 lalu. Namun karena masih ditanami padi, maka penanaman kedelai baru bisa dilakukan setelah panen padi dilakukan.
“Benih dan pupuk ini merupakan bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigasi. Mudah-mudahan kedepan dusun ini akan menjadi balai benih kedelai di Kabupaten Bungo,” harapnya.
Sementara itu, Bupati dalam arahannya dihadapan ratusan warga saat melakukan penanaman perdana mengatakan, semua warga transmigrasi harus bekerja keras agar bisa berkembang seperti daerah trans lainnya.
“Warga trans harus bisa membaur dengan semua masyarakat. Kita istilahkan dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, harus sesuaikan adat istiadat,” ingat bupati.
Sementara untuk bantuan yang diberikan pemerintah, bupati meminta agar warga dapat memanfaatkannya secara maksimal, sehingga bisa meningkatkan produksi pertanian di dusun.
“Setelah ditanam satu kali dan dipanen, kita minta dikembangkan lagi, sehingga bisa menjadi komoditas unggulan dusun ini nantinya,” kata bupati.(ari)
Sumber: http://bungoteboekspres.com
