MUARA BUNGO – Untuk memotivasi para guru yang mengajar di daerah terpencil di kabupaten Bungo, bupati Bungo H. Sudirman Zaini mewacanakan agar guru yang berada di daerah terpencil diberikan insentif sebesar 1 bulan gaji.
Reward itu diberikan juga untuk mengurangi jumlah guru yang meminta pindah dari desa ke kota seperti yang banyak terjadi di kabupaten Bungo beberapa tahun belakangan.
Wacana ini selalu diungkapkan orang nomor satu di kabupaten Bungo dalam beberapa kali melakukan pertemuan dengan stafnya di kantor bupati Bungo.
Hal yang sama juga diungkapkannya saat menghadir
i rapat persiapan pelaksanaan ujian nasional (UN) di kantor Dinas Pendidikan Bungo.
Saat melakukan dialog dengan warga dusun Baru, kecamatan Pelepat, pekan kemarin, bupati kembali mengungkapkan hal yang sama. Ini juga diungkapkannya untuk menjawab pernyataan warga yang mengaku kekurangan guru berstatus PNS sehingga sekolah banyak menggantungkan pada guru yang masih honor.
“Guru terpencil akan mendapatkan tunjangan sebesar satu bulan gaji. Kalau gajinya Rp 2 juta, dia akan dapat tunjangan Rp 2 juta dan ditambah gaji lagi kalau dia sudah sertivikasi. Saya minta Dinas Pendidikan untuk segera mengurus ini,” tegas bupati.
Bupati juga berjanji akan memprioritaskan para guru yang berasal dari daerah setempat untuk mengajar di sekolah disana. Sehingga guru tersebut akan betah mengabdi di kampungnya sendiri.
“Kalau ada rekrutmen CPNS menyangkut guru, akan diprioritaskan tenaga guru dari daerah setempat. PNS tersebut akan dikembalikan ke kampung halamannya untuk mengabdi ,” papar bupati.(ari)
Sumber: http://www.bungoteboekspres.com

Reward itu diberikan juga untuk mengurangi jumlah guru yang meminta pindah dari desa ke kota seperti yang banyak terjadi di kabupaten Bungo beberapa tahun belakangan.
Wacana ini selalu diungkapkan orang nomor satu di kabupaten Bungo dalam beberapa kali melakukan pertemuan dengan stafnya di kantor bupati Bungo.
Hal yang sama juga diungkapkannya saat menghadir
| Ilustrasi - foto: http://www.shnews.co |
Saat melakukan dialog dengan warga dusun Baru, kecamatan Pelepat, pekan kemarin, bupati kembali mengungkapkan hal yang sama. Ini juga diungkapkannya untuk menjawab pernyataan warga yang mengaku kekurangan guru berstatus PNS sehingga sekolah banyak menggantungkan pada guru yang masih honor.
“Guru terpencil akan mendapatkan tunjangan sebesar satu bulan gaji. Kalau gajinya Rp 2 juta, dia akan dapat tunjangan Rp 2 juta dan ditambah gaji lagi kalau dia sudah sertivikasi. Saya minta Dinas Pendidikan untuk segera mengurus ini,” tegas bupati.
Bupati juga berjanji akan memprioritaskan para guru yang berasal dari daerah setempat untuk mengajar di sekolah disana. Sehingga guru tersebut akan betah mengabdi di kampungnya sendiri.
“Kalau ada rekrutmen CPNS menyangkut guru, akan diprioritaskan tenaga guru dari daerah setempat. PNS tersebut akan dikembalikan ke kampung halamannya untuk mengabdi ,” papar bupati.(ari)
Sumber: http://www.bungoteboekspres.com
