MUARABUNGO – Ketua Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bungo, Muhammad Kurnia menanggapi pernyataan yang dilemparkan oleh salah satu kader HMI Mursalin, terkait aksi unjuk rasa yang digelar HMI Cabang Bungo Rabu (06/03).
Ketum HMI ini menuturkan, tuduhan yang dilemparkan oleh Mursalin tidaklah benar, “sebelum menggelar aksi kita telah melakukan rapat presidium, artinya tahapan di HMI telah kita lakukan, pengurus sepakat menggelar aksi pada Rabu (06/03),” ucap Kurnia.
Hal yang paling penting, aksi yang kita gelar dengan melakukan longmarc, berjalan mundur dari sekretariat HMI Cabang Bungo ke gedung DPRD Kabupaten Bungo. “itulah ungkapan dari kita apabila pemekaran dilakukan hari ini, artinya pembangunan yang telah direncanakan dan yang sedang berlangsung akan tidak berjalan dengan baik,” tegas Ketum HMI Cabang Bungo ini.
Ia juga menambahkan, saat ini ekonomi masyarakat sedang buruk, dengan dilakukannya pemekaran dalam waktu dekat akan berdampak bagi masyarakat Bungo secara luas, terutama yang menengah kebawah.
Dengan dilakukannya pemekaran Kota Madya Bungo, masyarakat yang tercakup dalam Kabupaten Bungo nantinya akan merasakan kekosongan pembangunan bisa 5-10 tahun, hal ini terjadi karena Pemerintah Kabupaten nantinya akan disibukkan membangun infrastruktur perkantoran baru, infrastruktur jalan, belum lagi pengadaan kendaraan dinas, rumah dinas dan lain sebagainya.
“kita menilai dorongan pemekaran Kabupaten Bungo saat ini hanyalah nafsu elit-elit politik di Kabupaten ini yang hanya memikirkan kelompoknya,” tegas Ketum HMI Kurnia.(rmd)
Sumber: http://dinamikawarta.com/berita-881-ketum-hmi-bantah-pernyataan-mursalin.html

Ketum HMI ini menuturkan, tuduhan yang dilemparkan oleh Mursalin tidaklah benar, “sebelum menggelar aksi kita telah melakukan rapat presidium, artinya tahapan di HMI telah kita lakukan, pengurus sepakat menggelar aksi pada Rabu (06/03),” ucap Kurnia.
Hal yang paling penting, aksi yang kita gelar dengan melakukan longmarc, berjalan mundur dari sekretariat HMI Cabang Bungo ke gedung DPRD Kabupaten Bungo. “itulah ungkapan dari kita apabila pemekaran dilakukan hari ini, artinya pembangunan yang telah direncanakan dan yang sedang berlangsung akan tidak berjalan dengan baik,” tegas Ketum HMI Cabang Bungo ini.
Ia juga menambahkan, saat ini ekonomi masyarakat sedang buruk, dengan dilakukannya pemekaran dalam waktu dekat akan berdampak bagi masyarakat Bungo secara luas, terutama yang menengah kebawah.
Dengan dilakukannya pemekaran Kota Madya Bungo, masyarakat yang tercakup dalam Kabupaten Bungo nantinya akan merasakan kekosongan pembangunan bisa 5-10 tahun, hal ini terjadi karena Pemerintah Kabupaten nantinya akan disibukkan membangun infrastruktur perkantoran baru, infrastruktur jalan, belum lagi pengadaan kendaraan dinas, rumah dinas dan lain sebagainya.
“kita menilai dorongan pemekaran Kabupaten Bungo saat ini hanyalah nafsu elit-elit politik di Kabupaten ini yang hanya memikirkan kelompoknya,” tegas Ketum HMI Kurnia.(rmd)
Sumber: http://dinamikawarta.com/berita-881-ketum-hmi-bantah-pernyataan-mursalin.html
