TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Keseriusan Bupati Mashuri untuk mensterilkan area bandara dari Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) mulai tampak, beberapa hari lalu bupati berkoordinasi secara khusus bersama Kodim 0416/Bute.
Selain itu, secara resmi bupati juga meminta aparat untuk mengambil tindakan persuasif agar para penambang ilegal bisa segera mengosongkan area objek vital tersebut.
Atas koordinasi itu, Dandim 0416/Bute Letkol Inf. Edi Budiman, S.IP memerintahkan Danramil Kota untuk menindak, hasilnya kini ada kesepakatan progres antara TNI dan penambang ilegal.
Damdim Letkol Inf. Edi Budiman melalui Danramil kota, Kapten Inf. Hadi S kepada Tribun menyebut awalnya pihak TNI melalui intel mencari pemain PETI di area bandara.
Diketahui ada 13 orang pengusaha, semua diajak komunikasi satu persatu secara persuasif, dan hasilnya ke 13 orang pemilik PETI di sana bersedia menghentikan aktivitas untuk selamanya.
Mereka menandatangani surat perjanjian di atas materai untuk tidak lagi mengulang aktivitas tambang, dan sudah harus mengosongkan area itu paling lambat Minggu (26/6).
"Jadi hari ini (kemarin,red) sampai petang nanti deadlinenya, mereka sudah harus mengosongkan kawasan bandara dari dompeng. Kita akan kawal proses pengosongan bila perlu kalau mereka mau kita bisa bantu turunkan personil untuk angkut, yang penting area bandara harus segera kosong," kata Kapten Hadi.
Dalam konteks ini, karena penambang kooporatif maka menurutnya mereka tak perlu diperlakukan seolah pelaku ilegal. "Yang penting mereka kooporatif, kita bantu fasilitas untuk mengeluarkan barang."
Namun, jika dari batas deadline ternyata masih ada yang nekat untuk menjalankan aktivitas ilegal tersebut. Maka pihaknya akan mengambil langkah tegas, sesuai isi perjanjian yang ditandatangani.
"Kita akan turunkan personil ke lapangan, seluruh rakit dan dompeng akan dihancurkan. Kemudian pemilik usaha yang profilnya sudah kita pegang akan ditangkap dan diserahkan ke aparat hukum untuk diproses secara pidana," tegasnya.
Karena itu ia berharap isi perjanjian tersebut dijalankan. Senin kawasan bandara sudah harus dipastikan tak lagi ada satupun aktivitas PETI. Karena setelah itu akan dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Bungo, pihak bandara dan maskapai penerbangan.
Penulis: awang
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Foto: ilustrasi, Tribunjambi.com