Headlines News :

.

.

.

makanan ringan
BelajarInggris.Net 250x250

Telepon Penting

Penjagaan Polres 110 atau 0747-2211
Satuan Lalu Lintas 0747-21144
Polsek Kota 0747-7002080
Satpol PP 0747-21651
IGD RSU Muara Bungo 118 atau 0747-21314, 0747-323493 ext 267
Pemadam Kebakaran 113 atau 0747-22199
Gangguan PDAM 0747-322622
Gangguan PLN 123 atau 0747-21046
Tampilkan postingan dengan label Musibah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musibah. Tampilkan semua postingan

Waspada! Pencurian Sapi Kian Marak di Bungo

MUARABUNGO - Puluhan peternak sapi di wilayah Kabupaten Bungo, khususnya di Dusun Rantau Ikil Kecamatan Jujuhan ketakutan.Ini karena, sejak beberapa hari terakhir warga sering kali melihat kandang dalam keadaan kosong. Sedangkan isi perut ternak sudah berceceran di pinggir jalan.

Dari informasi yang didapat, pada minggu pagi lalu, masyarakat menemukan satu ekor sapi dalam keadaan utuh, sedangkan di tempat yang lain terlihat hanya isi perut yang berceceran di pinggir jalan tidak jauh dari pemukiman masyarakat.

Dari pengakuan Azhar, warga Jujuhan, pencurian di lokasi itu sudah sering kali terjadi. Pencurian dilakukan pada malam hari ketika masyarakat tengah terlelap tidur.

"Sudah sering kami menemukan ternak dalam keadaan seperti itu (mati dengan kondisi leher telah di sembeli red)," kata Azhar, Selasa (22/11).

Bahkan kata dia, kejadian tak hanya terjadi di Kecamatan Jujuhan, namun di Kecamatan Jujuhan Ilir yang bertetangga dengan kecamatanya juga sering terjadi.

Penulis: Hamid
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: http://metrojambi.com/read/2016/11/22/15762/waspada-pencurian-sapi-kian-marak-di-bungo.html

Kompor Meledak, Asrama Santri Diniyah di Bungo Terbakar

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO- Kebakaran bertubi-tubi menerpa Kabupaten Bungo, Selasa (26/7) malam sekitar pukul 20.00 empat pintu asrama putra Diniyah di kawasan Perumnas Muara Bungo dilalap si jago merah.

Menurut seorang santri, Arif, kejadian bermula setelah para santri melaksanakan salat isya dan kembali ke kamar untuk istirahat.

Tiba-tiba ada ledakan ‎dari bangunan di belakang asrama, mendadak mati lampu dan api berkobar.

"Kami langsung berhamburan dan tidak sempat membawa barang-barang," kata Arif.

Besarnya kobaran api sangat sulit untuk dijinakkan, terlebih tiupan angin cukup kencang, apalagi upaya yang dilakukan warga dengan alat seadanya.

Baru sekitar pukul 20.22‎ Damkar Bungo mendapat laporan, langsung menerjunkan dua unit pemadam jenis foam atau pemadam busa ke lokasi. Sekitar 15 menit api dapat dijinakan.

Dalam hal ini pihak Damkar cukup menyayangkan lambatnya pemberitahuan. "Sudah hampir setengah jam kita baru dapat laporan lewat telfon dari warga," kata Kepala Damkar Bungo, Arpan Tuyani.

‎Penyebab kebakaran ini, Arpan menyebut berawal dari ledakan kompor, sehingga api sangat cepat membesar. Terlebih banyak kasur di asrama yang juga membuat kobaran api membumbung.

"Di dalam asrama kan banyak kasur, itu yang buat api sangat besar," tukas Arpan.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah ini, 80 santri yang tinggal di asrama putera semua selamat. Hanya memang belum dapat ditaksir terkait besar kerugian materil atas kejadian itu. (zha)

Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2016/07/27/kompor-meledak-asrama-santri-diniyah-di-bungo-terbakar

Kodim 0416/Bute Bertindak, Akhirnya Bandara Bungo Steril dari PETI

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Keseriusan Bupati Mashuri untuk mensterilkan area bandara dari Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) mulai tampak, beberapa hari lalu bupati berkoordinasi secara khusus bersama Kodim 0416/Bute.

Selain itu, secara resmi bupati juga meminta aparat untuk mengambil tindakan persuasif agar para penambang ilegal bisa segera mengosongkan area objek vital tersebut.

Atas koordinasi itu, Dandim 0416/Bute Letkol Inf. Edi Budiman, S.IP memerintahkan Danramil Kota untuk menindak, ‎hasilnya kini ada kesepakatan progres antara TNI dan penambang ilegal.

Damdim Letkol Inf. Edi Budiman melalui Danramil kota, ‎Kapten Inf. Hadi S kepada Tribun menyebut awalnya pihak TNI melalui intel mencari pemain PETI di area bandara.

Diketahui ada 13 orang pengusaha, semua diajak komunikasi satu persatu secara persuasif, dan hasilnya ke 13 orang pemilik PETI di sana bersedia menghentikan aktivitas untuk selamanya.

Mereka menandatangani surat perjanjian di atas materai untuk tidak lagi mengulang aktivitas tambang, dan sudah harus mengosongkan ‎area itu paling lambat Minggu (26/6).

"Jadi hari ini (kemarin,red) sampai petang nanti deadlinenya, mereka sudah harus mengosongkan kawasan bandara dari dompeng. Kita akan kawal proses pengosongan bila perlu kalau mereka mau kita bisa bantu turunkan personil untuk angkut, yang penting area bandara harus segera kosong," kata Kapten Hadi.

Dalam konteks ini, karena penambang kooporatif maka menurutnya mereka tak perlu diperlakukan seolah pelaku ilegal. "Yang penting mereka kooporatif, kita bantu fasilitas untuk mengeluarkan barang."

Namun, jika dari batas deadline ternyata masih ada yang nekat untuk menjalankan aktivitas ilegal tersebut. Maka pihaknya akan mengambil langkah tegas, sesuai isi perjanjian yang ditandatangani.

"Kita akan turunkan personil ke lapangan, seluruh rakit dan dompeng akan dihancurkan. Kemudian pemilik usaha yang profilnya sudah kita pegang akan ditangkap dan ‎diserahkan ke aparat hukum untuk diproses secara pidana," tegasnya.

Karena itu ia berharap isi perjanjian tersebut dijalankan. Senin kawasan bandara sudah harus dipastikan tak lagi ada satupun aktivitas PETI. Karena setelah itu akan dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Bungo, pihak bandara dan maskapai penerbangan.

Penulis: awang
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Foto: ilustrasi, Tribunjambi.com

Polres Bungo Berhasil Amankan Setengah Kilogram Sabu asal Aceh

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Satnarkoba Polres Bungo berhasil menghentikan penyebaran setengah kilogram narkotika jenis sabu di Kabupaten Bungo.

Aksi ini berlangsung Selasa (7/6) sekitar pukul 10.00 pagi. Kasatnarkoba Polres Bungo, AKP Darmawan mengungkap penangkapan berlangsung di Simpang Jambi, Muara Bungo.

Pengungkapan bermula dari ditangkapnya seorang kurir asal Aceh berinisial MY yang membawa 1,5 ons sabu di Kota Jambi, setelah dikembangkan ‎dapat informasi pelaku lain membawa barang yang sama setengah kilogram ke Bungo.

Atas informasi itu, ‎jajaran Satnarkoba Polres Bungo dibantu Satlantas melakukan razia di Simpang Tanjung Menanti atau Simpang Empat Bandara, Selasa pagi.

Namun dalam razia pelaku berhasil lolos, kemudian didapatkan informasi pelaku sedang berada di Simpang Jambi.

Akhirnya dilakukan pengejaran, dan didapati FJ (20) warga Aceh tengah menunggu kurir pembeli untuk mengambil barang haram tersebut.

"Jadi mereka dari Aceh pakai bus ke Jambi, MY berhenti di Jambi kemudian FJ diperintahkan bosnya untuk ngirim barang ke Bungo," kata Darmawan kepada Tribun.

Kini pihaknya tengah mengembangkan siapa pemesan sabu tersebut di Bungo. Sejauh ini Satnarkoba selain menangkap FJ juga berhasil menangkan kurir pemesan di Bungo berinisial H.

"Tapi sampai saat ini H masih belum mau ngomong siapa pembeli di Bungo, kita terus dalami," terang Darmawan sembari memastikan bahwa ini merupakan sindikat narkoba jaringan nasional asal Aceh.

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari

Penulis: awang
Editor: fifi
Foto: ilustrasi (www.tribunjambi.com)

Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2016/06/07/polres-bungo-berhasil-amankan-setengah-kilogram-sabu-asal-aceh

Razia PETI di Bungo Kembali tak Membuahkan Hasil

JAMBI – Tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan Pemerintah Kabupaten Bungo, Selasa (31/5), kembali merazia aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI). Kali ini, razia digelar di Dusun Air Gemuruh, Kecamatan Bathin III. 

Namun seperti razia sebelum-sebelumnya, razia kali ini yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, juga tidak membuahkan hasil. Bahkan saat tim gabungan tiba di lokasi, seluruh rakit yang biasa digunakan pelaku untuk beraktivitas sudah lebih dulu diungsikan. 

“Kuat dugaan razia ini sudah bocor duluan. Di lokasi tim gabungan tidak menemukan rakit PETI,” kata Kabag Ops Polres Bungo, Kompol A Sitompul, saat dikonfirmasi. 

“Dari hasil penyisiran, kita hanya menemukan empat rakit yang kemudian dibakar. Itu pun sudah tidak ada mesin dompengnya,” ujarnya lagi. 

Sementara itu Kabad Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Bungo, Suryawani, menyayangkan razia tersebut tidak membuahkan hasil maksimal. Padahal sebelum razia dilakukan, Suryawani mengatakan pihaknya banyak mendapat laporan jika di lokasi razia banyak aktivitas PETI. 

“Kita tentunya sangat sedih dengan kondisi ini. Apalagi sudah banyak anggaran yang dikeluarkan untuk kegiatan ini, namun hasilnya tidak maksimal,” ujarnya.

Penulis: Hamid
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber:
http://metrojambi.com/read/2016/05/31/10582/razia-peti-di-bungo-kembali-tak-membuahkan-hasil
Foto:Petugas saat membakar peralatan yang digunakan untuk aktivitas PETI. /dok.metrojambi.com

Bungo dan Tebo Paling Rawan Peredaran Uang Palsu

JAMBI - Jelang Ramadan dan Idul Fitri, peredaran uang palsu di Jambi diprediksi akan semakin meningkat. Bahkan beberapa hari lalu, telah ditemukan peredaran uang palsu di Kota Jambi, tepatnya di lorong samping Bank Indonesia Perwakilan Jambi.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jambi, V Carlusa, saat dikonfirmasi mengatakan, di Provinsi Jambi ada dua kabupaten yang rawan peredarkan uang palsu, yakni Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo.

"Untuk daerah (rawan, red)-nya yakni Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo," kata Carlusa, Selasa (17/5).

"khususnya daerah Rimbo Bujang (Kabupaten Tebo), karena daerah transmigrasi, paling banyak di daerah ini yang kami temukan uang palsu," ungkap Carlusa.

Dirinya juga mengimbau, kepada masyarakat agar selalu waspada terkait peredaran uang palsu. "Terutama bagi pedagang, kami imbau untuk berhati-hati," pungkasnya.
Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber:http://metrojambi.com/read/2016/05/18/10171/bungo-dan-tebo-paling-rawan-peredaran-uang-palsu.html
Foto:Barang bukti uang palsu /Hendro (metrojambi.com)

Alat Berat PETI Pelepat Masuk dari Merangin Menyusuri Sungai

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Aktivitas PETI di Kecamatan Pelepat, Bungo sangat marak beberapa waktu terakhir menggunakan alat berat, ‎lalu dari mana datangnya alat berat itu?

Asisten II Setda Bungo, Budi Hartono  sebelumnya menyebut alat berat itu dibawa masuk melalui Muara Kibul, Kabupaten Merangin. "Kalau siapa yang punya kita tidak tahu, tapi yang jelas alat berat tersebut dibawa dari Kibul Merangin dengan menyusuri sungai," papar dia.

‎Wilayah ini masuk dalam area yang akan ditertibkan melalui pendirian posko jaga, setelah sebelumnya Pemkab Bungo sudah mendirikan posko penanggulangan PETI  di kawasan Bandara Muara Bungo.

Selain dua dusun itu, kini penanggulangan PETI juga serius dilakukan di beberapa kawasan lain, seperti Dusun Cilodang Kecamatan Pelepat Ilir yang dirazia beberapa hari lalu.

Penulis: awang
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi http://jambi.tribunnews.com/2016/05/13/alat-berat-peti-pelepat-masuk-dari-merangin-menyusuri-sungai

Foto: ilustrasi (Tribunjambi.com)

Diduga Ada Peran Oknum Pegawai Pemkab di Kasus Penipuan Calon Honorer

JAMBI - Pelarian Yongli, calo honorer yang sempat menghilang beberapa waktu lalu akhirnya terhenti. Yongli ditangkap oleh Sat Reskrim Polres Bungo, Selasa (10/5) sekitar pukul 20.00 wib di salah satu warung kopi yang berada di kawasan Kota Bungo.

AKP Afrito M Macan selaku Kasat Reskrim Polres Bungo saat dikonfirmasi, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Menurut dia, dari hasil pengembangan diduga kuat ada keterkaitan oknum pemerintahan dalam kasus tersebut.

"Ada indikasi keterlibatan oknum pemerintah dalam kasus ini. Oknum itu bisa saja dari pihak eksekutif ataupun dari pihak legislatif," kata dia.

Dirinya juga memastikan akan muncul tersangka baru, namun ia enggan menyebutkan identitas muaupun instansi tempat calon tersangka tersebut bekerja.

"Kami tidak ingin cuma katanya-katanya, karena butuh alat bukti dan saksi untuk membuktikan. Jika terbukti ada oknum pemerintah yang terlibat, bisa saja masuk ke gratifikasi UU tipikor, atau ketindak pidana ," tutupnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Penyidik Polres Bungo secara resmi telah menetapkan saudara Yongli sebagai tersangka pada kasus dugaan penipuan calo honorer pada 18 April 2016 lalu.

Yongli dilaporkan oleh Usman Jafar karena tidak kunjung meloloskan anaknya sebagai seorang tenaga honorer. Dimana korban sudah menyetorkan uang sejumlah Rp 15 juta pada tanggal 27 Oktober 2014 lalu.

Pelaku berjanji akan meloloskan Muhammad Shobirin, putra Usman Jafar menjadi tenaga honorer di salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Bungo.

Penulis: Hamid
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber : http://metrojambi.com/read/2016/05/11/9970/diduga-ada-peran-oknum-pegawai-pemkab-di-kasus-penipuan-calon-honorer.html
Foto : Tersangka Yongli saat diamankan Polres Bungo /Hamid ( metrojambi.com )

Pilihan Pemkab Bungo Berantas PETI, Tetap Libatkan TNI/Polri Atau Hanya Pol PP

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari.  

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Bungo, Suryawani, saat ditemui di ruang kerja beberapa hari lalu menjelaskan bahwa pihaknya tengah konsen untuk memberantas PETI di kawasan Bandara Muara Bungo.‎

Bahkan sebulan terakhir sudah mendirikan posko bersama di sana untuk menghalangi penambang beraktivitas. Namun sesuai jadwal, waktu berdiri posko ini sudah habis, dan rencananya akan tetap jalan dengan hanya melibatkan Satpol-PP.

"Kita ada dua opsi, melanjutkan posko dengan hanya ‎melibatkan Pol PP atau nanti biaya razia (kurang lebih Rp 100 juta untuk 2016) dialihkan dengan tetap memakai konsep posko bersama (melibatkan TNI-Polri)," tukasnya.

Sementara di Dusun Cilodang, ini juga masuk dalam pantauan khusus pihak SDA, ‎menurutnya cepat atau lambat lokasi itu akan segera ditertibkan.

"Jadi sama seperti Dusun Batu Kerbau dan Dusun Baru di Pelepat, kemudian di Air Gemuruh, Cilodang ini termasuk cukup parah, kita akan lakukan penertiban di sana, ini baru selesai berkoordinasi dengan Pak Bupati," tandas Suryawani.‎

Penulis: awang
Editor: fifi
Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2016/05/08/pilihan-pemkab-bungo-berantas-peti-tetap-libatkan-tnipolri-atau-hanya-pol-pp

Foto : Puluhan petugas gabungan menggelar Razia PETI di Bungo ( tribunjambi.com )

Pemkab Bungo Masih Kesulitan Berantas PETI

JAMBI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo hingga saat ini masih kesulitan untuk memberantas aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah tempat. Dugaan adanya aparat yang mem-back up aktivitas PETI tersebut menjadi salah satu penyebab sulitnya dilakukan penertiban.

Saat ini, setidaknya PETI masih beroperasi di tiga tempat, yakni Dusun Air Gemuruh di Kecamatan Bathin III, Colodang di Kecamatan Pelepat Ilir, dan Dusun Batu Kerbau di Kecamatan Pelepat. Selain dekat dengan jalan umum, aktivitas PETI di ketiga wilayah tersebut juga sudah menggunakan alat berat.

“Ketiga daerah tersebut menjadi target kami untuk dirazia. Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, namun sejauh ini belum ditentukan waktu untuk melakukan razia,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Alam (Kabid SDA) Setda Kabupaten Bungo, Suryawani, Senin (2/5).

Ditambahkannya, perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, aparat penegak hukum, serta masyarakat untuk menertibkan PETI di Bungo. Apalagi dari beberapa kali penertiban yang dilakukan, kata Suryawani, hasilnya tidak memuaskan.

“Kami juga tidak mengetahui mengapa bisa hasilnya tidak memuaskan. Yang jelas untuk penertiban PETI, perlu kerjasama yang baik dari semua pihak,” ujarnya.

Lebih lanjut Suryawani mengatakan, pihaknya mengupayakan agar PETI di Air Gemuruh, Colodang, dan Batu Kerbau segera ditertibkan. “Kita minta dukungan semua pihak agar ketiga lokasi PETI tersebut segera ditertibkan,” pungkasnya.

Penulis: Hamid
Editor: Ikbal Ferdiyal

Sumber : http://metrojambi.com/read/2016/05/02/9725/pemkab-bungo-masih-kesulitan-berantas-peti.html

Disebut Lindungi PETI, Camat Pelepat: Kita Penjarakan

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari.     

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO -‎ Aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Pelepat disebut-sebut terbesar se Kabupaten Bungo, karena sudah menggunakan alat berat.

Bahkan, hal itu yang disebut-sebut sebagai biang kerok terjadinya beberapa kali banjir bandang yang sempat merobohkan lebih 30 unit rumah.

Namun demikian, ternyata ‎Camat Pelepat H Basri mengaku sama sekali belum mendapat laporan terkait aktivitas ilegal tersebut.

"Sama sekali belum ada laporan ke kita," katanya kepada Tribun, Kamis (28/4).

Ia menduga, belum masuknya laporan karena memang pihak desa maupun warga belum sampai ke lokasi yang disebut berada di Dusun (Desa) Batu Kerbau dan Dusun Baru.

"Di sana kan aksesnya sangat sulit," tukasnya.

Namun demikian, camat menyebut terus mengintruksikan bawahannya untuk melakukan pemantauan, ia mengklaim sangat konsen terhadap pemberantasan PETI.

"Kita turunkan trantib untuk memantau aktivitas PETI, sejauh ini dari petugas juga belum ada laporan."

Soal kecurigaan banyak pihak yang menyebut bahwa aktivitas itu justru dilindungi pihak kecamatan, ‎Basri membantah.

"Tidak ada kami melindungi PETI, untuk apa. Pokoknya PETIharus diberantas, mungkin kalau masih ada yang ingat dulu kita tindak tegas ke pemain PETI, kita penjarakan," imbuh camat.

Sebelumnya Camat Pelepat disebut-sebut mengetahui soal keberadaan PETI menggunakan alat berat, namun terkesan cuek sehingga diduga ikut melindungi.

Di lain pihak, Kepala Dusun Baru Kecamatan Pelepat, Suri mengaku bahwa aktivitas PETI di dusunnya memang menggunakan alat berat. "Ada tiga alat berat, tapi saya tidak tahu secara pasti dari mana dan siapa pelaku PETI itu," akunya.

Maraknya PETI di sana terutama setelah menggunakan alat berat diakui Suri sudah sangat merusak lingkungan.

"Iya merusak lingkungan, sungai juga," pungkasnya.

Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2016/04/28/disebut-lindungi-peti-camat-pelepat-kita-penjarakan

Foto : ilustrasi ( tribunjambi.com )

235 Rumah di Bungo Terendam, Ketinggian Air Capai 1 Meter

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Kini setiap intensitas hujan tinggi meski hanya beberapa jam, bisa langsung merendam perkampungan warga.

Seperti yang terjadi pada Selasa (26/4) dinihari, Dusun Bedaro, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII terendam banjir karena luapan air sungai.

Sedikitnya ada 235 rumah warga Dusun Tuo Bedaro dan sejumlah fasilitas umum seperti masjid ikut terendam banjir, seperti disampaikan Kepala UPTB Damkar Bungo, Arpan Tuyani.

"Tim rescue pemadam kebakaran langsung dikirim kelokasi untuk menggecek langsung dan memberikan pertolongan kepada warga," papar Arpan.

Ketinggian air di perkampungan warga mencapai 50 cm sampai satu meter. "Sekarang perahu karet untuk evakuasi stanby di lokasi, meski air mulai surut."

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pejabat setempat seperti camat dan rio agar dapat menghimbau warganya berjaga-jaga dan cepat menghubungi jika bencana kembali terjadi.

Penulis: awang
Editor: bandot
Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2016/04/26/235-rumah-di-bungo-terendam-ketinggian-air-capai-1-meter

Foto:tribunjambi.com

Terendus Keterlibatan SPBU di Bungo Suplai BBM untuk PETI

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Kecurigaan banyak pihak terkait adanya keterlibatan ‎Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terhadap pasokan BBM ke Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) tampak benar adanya.

Hal ini terungkap dari pengembangan kasus terhadap beberapa orang pemasok BBM untukPETI, yang berhasil diamankan ‎oleh aparat kepolisian beberapa waktu lalu.

Meski belum diekspos pihak SPBU mana yang terlibat, namun kepolisian sudah menerima data dari keterangan tersangka terkait SPBU mana saja yang terlibat.

Karena itu, tak lama lagi kepolisian akan segera mengembangkan kasus ini sampai ke pemain di SPBU, dan menetapkan tersangka baru.

‎Seperti disampaikan Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Afrito M Macan, pihaknya mengendus peran SPBU dalam aktivitas penyaluran minyak ke PETI dengan cara memuluskan proses suplai.

"Ada permainan antara kedua pelaku yang sudah ditan‎gkap kemarin dengan pihak SPBU. Jadi besar kemungkinan tersangka baru ini pihak SPBU," jelas Kasat Reskrim kepada awak media, kemarin.

Sebelumnya polisi menangkap dua orang penyuplai BBM untuk PETI, mereka RO (41) dan S (36).

‎Keduanya ditangkap saat melansir BBM subsidi di dua lokasi terpisah. ‎Tersangka RO ditangkap di Jalan Lintas Bungo Jambi, Dusun Bebeko, Kecamatan Bathin II Bebeko tepatnya dekat Polsek Bathin II Bebeko.

Sementara tersangka ‎S (36) ditangkap saat berada di Jalan Lintas Bungo Jambi tepatnya perbatasan Kabupaten Bungo dan Tebo.

‎Selain dua tersangka itu, Polres Bungo awal bulan kemarin juga berhasil mengamankan BBM untuk PETI di Kecamatan Pelayang, berikut tersangka pemasok berinisial M (41).

‎Barang bukti yang berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Bungo yakni satu unit mobil pikap carry serta 14 Jeriken plastik 30 liter yang berisi bahan bakar solar mencapai 350 liter.

Afrito menegaskan, p‎atroli penangkapan BBM ini bertujuan untuk memutus jalur supulai bahan bakar yang digunakan untukPETI.

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari

Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2016/04/26/terendus-keterlibatan-spbu-di-bungo-suplai-bbm-untuk-peti

Foto : tribunjambi.com

Kebakaran Hanguskan Dua Unit Rumah di Bungo

JAMBI – Kebakaran hebat sekitar pukul 12.15 WIB, Jumat (22/4), terjadi di Dusun Datar, Kecamatan Muko-muko Bathin VII, Kabupaten Bungo. Dalam peristiwa tersebut, dua unit rumah masing-masing ditempati oleh keluarga HM Taher dan Rahman, ludes terbakar. 

“Kejadiannya pas warga sedang Salat Jumat,” ujar Zuhdi, salah seorang warga saat dikonfirmasi. 

Sementara itu Mardian, mengatakan sebelum petugas pemadam kebakaran datang, warga dengan peralatan seadanya sempat berusaha memadamkan api. “Namun upaya warga tidak membuahkan hasil. Kobaran api tetap membakar kedua rumah tersebut,” ujarnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Pemadam Kebakaran Kabupaten Bungo, Arpan, mengatakan untuk memadamkan api pihaknya mengerahkan dua unit armada. Namun karena jarak tempuh yang cukup jauh, lanjut Arpan, membuat armada yang dikerahkan terlambat sampai di lokasi kejadian. 

“Saat petugas datang api sudah membesar. Tidak ada yang bisa diselamatkan,” sebut Arpan. 

Lebih lanjut Arpan mengatakan, untuk penyebab kebakaran sendiri hingga saat ini masih diselidiki. “Korban jiwa tidak ada. Untuk kerugian materil hingga saat ini juga belum bisa dipastikan,” pungkasnya.

Penulis: Hamid
Editor: Ikbal Ferdiyal

Sumber : http://metrojambi.com/read/2016/04/22/9418/kebakaran-hanguskan-dua-unit-rumah-di-bungo

Foto : Terlihat kobaran api membakar rumah warga di Dusun Datar, Kecamatan Muko-muko Bathin VII, Kabupaten Bungo. /Hamid (metrojambi.com )

Pasangan Mesum Tertangkap saat Pesta Sabu

BUNGO - Pasangan kekasih Wahyu (20) dan Ayu (22) warga Desa Sungai Kerjan, Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo, Jambi ditangkap jajaran Satnarkoba Polres Bungo saat pesta sabu.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan saat itu petugas mendapat informasi bila di salah satu kosan selain dijadikan tempat mesum juga dijadikan pesta narkoba. Berbekal informasi tersebut petugas langsung melakukan penyelidikan.

Saat sampai dirumah kontrakan pelaku, petugas langsung menyergap dan melakukan penggeledahan. Alhasil petugas menemukan bong, pirex, pipet, korek gas, dan plastik kosong bekas tempat sabu. Kedua pasangan mesum ini pun kemudian digelandang ke Mapolres Bungo untuk dilakukan penyidikan.

Kasat Narkoba Polres Bungo AKP Darmawan saat dikonfirmasi membenarkan bila pihaknya telah mengamankan sepasang kekasih saat pesta sabu. "Benar, keduanya kita amankan saat sedang pesta sabu dikontrakannya. Keduanya ini pasangan diluar nikah," jelas Darmawan

Lebih lanjut Darmawan mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pengembangan terhadap pemasok barang haram tersebut. "Masih kita kembangkan, dan kita juga sudah dapat identitasnya," pungkasnya.
(sms)

Sumber : http://daerah.sindonews.com/read/1103256/174/pasangan-mesum-tertangkap-saat-pesta-sabu-1461328698

Foto : ilustrasi, Google.com

Breaking News.. Mobil Pribadi Plat Bungo Tabrakan Di Tebo

TEBO,swarnajambi.com – Satu unit mobil pribadi Toyota Avanza dengan nomor polisi, BH 1990  HK dikabarkan bertabrakan dengan satu unit truk membawa tabung gas. 2 orang dari 3 penumpang mobil pribadi tersebut dikabarkan tewas.

Berita ini beredar dari gambar yang diposting di akun sosial facebook milik Yuli Yanti, 3 foto yang di posting terlihat masyarakat mengerumuni lokasi kecelakaan tersebut.

Mohon teman2 di jambi bantu share ya… terjadi kecelakaan mobil dari jambi menuju bungo.lokasi..muara tebo km 07 lintas tebo bungo .kondisi korban ibu dan bpk meninggal.ini saya kasih plat nya .tolong bantu share ya teman

Itulah postingan yang dikirimkan Yuli Yanti di akun fb miliknya, kondisi mobil pribadi ringsek dan rusak parah.

Reporter : Akhmad Ramadhan

Sumber : http://swarnajambi.com/22/04/2016/breaking-news-mobil-pribadi-plat-bungo-tabrakan-di-tebo/

Foto : swarnajambi.com

Polres Bungo akan Tetapkan Pihak SPBU yang ‎Kerjasama Suplai BBM Untuk PETI sebagai Tersangka

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Dalam pengembangan kasus penyuplai Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Bathin II Babeko, polisi akan ‎menetapkan tersangka baru.

Tak tanggung-tanggung, ternyata tersangka baru ini merupakan pihak dari salah satu SPBU ‎di kawasan Pasar Muara Bungo.

Dalam kasus ini, pihak SPBU memiliki hubungan erat dengan penyuplai yang sudah lebih dulu ditangkap. Mereka dianggap bekerjasama memuluskan aksi penyuplaian BBM untuk aktivitas penambangan ilegal tersebut.

‎"Ada permainan antara kedua pelaku (yang sudah ditangkap, red) dengan pihak SPBU. Jadi besar kemungkinan tersangka baru dari pihak SPBU," kata Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Afrito M Macan, kemarin.

Namun sayangnya sejauh ini kepolisian belum mau mengungkap pihak SPBU mana yang dianggap terlibat dalam kasus ini.

‎Diketahui bahwa sebelumnya polisi menangkap dua orang penyuplai BBM untuk PETI di Dusun Sepunggur Kecamatan Bathin II Babeko, mereka RO (41) dan S (36).

‎Keduanya ditangkap di Jalan Lintas Bungo Jambi, Dusun Bebeko, Kecamatan Bathin II Bebeko tepatnya dekat Mapolsek, ketika membawa barang bukti BBM jenis solar.

P‎enangkapan ini kata Afrito, adalah bentuk tindakan tegas dan keseriusan pihak kepolisian terhadap masalah PETI yang meresahkan masyarakat Kabupaten Bungo.

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari

Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2016/04/17/polres-bungo-akan-tetapkan-spbu-yang-kerjasama-suplai-bbm-untuk-peti-sebagai-tersangka

Foto : ilustrasi ( tribunjambi.com )

Bupati Bungo Sudah Lapor Masalah PETI ke Presiden

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO -‎ Masalah Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) cukup krusial, karena bukan hanya masyarakat namun kini banyak oknum-oknum tertentu ‎yang 'mendompleng' nama masyarakat dengan melakukan aktivitas penambangan di jalur sungai.

Terbesar di Kecamatan Pelepat karena menurut warga setempat sedikitnya ada lima ekskavator melakukan pengerukan di areal sungai kawasan Dusun Batu Kerbau.

Pemerintah Kabupaten Bungo mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan praktik yang merusak lingkungan tersebut, terakhir Bupati Sudirman menyebut sudah melaporkan masalah ini ke Presiden Jokowi.

"Kita sudah sampaikan masalah PETI ke presiden belum lama ini, bersama Haris (Bupati Merangin) kemarin. Sekarang menunggu apa selanjutnya arahan dari pemerintah pusat‎," sebut Sudirman beberapa hari lalu.

Jika memang memungkinkan, Pemkab berharap dibuat Wilayah Tambang Rakyat (WTR) sehingga keberadaan penambang terkontrol.

Selain itu, dengan diciptakan WTR menurut dia Pemkab bisa melakukan pembinaan seperti di mana saja lokasi yang bisa digali dan mana yang tidak.

"Kalau bisa dibikin WTR. Lebih baik kita bina saja supaya tidak merusak lingkungan, tinggal konsepnya nanti seperti apa," imbuh Bupati.

Yang paling penting, dalam aktivitas tambang masyarakat tidak melakukannya di kawasan sungai atau area-area yang berkaitan dengan kepentingan umum.

‎"Jadi akan lebih untung WTR, daerah juga dapat, kemudian masyarakat aman. Yang penting jangan dilakukan di sungai saja," tukasnya.

Sementara soal panggilan Gubernur Jambi Zumi Zola terkait aktivitas PETI yang disebut menjadi penyebab terjadinya banjir bandang, Sudirman mengaku akan hadir.

"Kita siap (dipanggil gubernur), nanti kita sampaikan saja apa yang terjadi di sini, tidak ada yang perlu ditutup-tutupi," pungkasnya. ‎

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari

Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2016/04/15/bupati-bungo-sudah-lapor-masalah-peti-ke-presiden

Foto: tribunjambi.com

Alat Berat Untuk PETI Bungo Masuk Lewat Kibul Merangin


TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Penambang Emas Tanpa Izin (‎PETI) di Dusun Batu Kerbau Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo paling disorot karena aktivitas menggunakan alat berat, menurut rencana akan dibangun posko penanggulangan PETIdi wilayah ini.

Lalu sebenarnya siapa pemilik alat berat? ‎Asisten II Setda Bungo, Budi Hartono mengaku tidak mengetahui oknum yang memiliki maupun memasukkan alat berat ke sana.

Namun ia menyebut alat berat itu dibawa masuk melalui Muara Kibul, Kabupaten Merangin.

"Kalau siapa yang punya kita tidak tahu, tapi yang jelas alat berat tersebut dibawa dari Kibul Merangin dengan menyusuri sungai," papar dia.

‎Wilayah ini masuk dalam area yang akan ditertibkan melalui pendirian posko jaga. Sejauh ini Pemkab Bungo sudah mendirikan posko penanggulangan PETI di kawasan Bandara Muara Bungo.

Budi Hartono menyebut pemerintah sudah melakukan pembagian tugas dan pengarahan sebagai tugas pokok petugas posko.

"Ini juga sudah dibicarakan bersama Forkompinda, jadi nanti untuk petugas jika ada yang masuk silahkan diusir, apalagi sebentar lagi akan ada maskapai yang akan masuk ke Bandara Bungo," kata Budi Hartono.

Setiap hari posko dijaga 12 orang, dengan enam unsur bersenjata dan enam unsur tidak bersenjata. Mereka diantaranya, TNI, Polri, POM, POL PP, ESDM, LH, Unsur Kecamatan dan SDA kemudian unsur desa.

"Penjagaan ini 24 jam full setiap harinya," tukas Budi.

Rencananya posko akan didirikan di beberapa lokasi lain seperti Dusun Cilodang Kecamatan Pelepat, Dusun Air Gemuruh Kecamatan Bhatin III, Dusun Teluk Pandak Kecamatan Tanah Sepenggal, Jujuhan dan Dusun Batu Kerbau Kecamatan Pelepat.

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari

Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2016/04/15/alat-berat-untuk-peti-bungo-masuk-lewat-kibul-merangin

BREAKING NEWS!!! Mobil Anggota DPRD Provinsi Nyungsep Sejauh 10 Meter

MUARATEBO-Mobil Pajero dengan nyungsep ke tepi jalan setelah menghindari motor. Pajero warna merah metalik itu diketahui adalah milik anggota DPRD Provinsi Jambi dari Daerah Pemilihan Bungo-Tebo, El Helwi.

Dari informasi yang diperoleh, mobil itu terlihat bertolak dari arah Sungai Bengkal dan hendak menuju ke arah Bungo.

Malik, saksi mata di kejadian, mengakui melihat jelas kejadian terbaliknya mobil itu. Dia begitu kaget melihat pengendara pajero tiba-tiba membanting stir ke arah kanan jalan. "Saya persis di belakang mobil ini bang. Nampaknya mobil ini ngelak motor yang makan jalan," ujarnya.

Sementara itu dari pantauan di lokasi jalan di Desa Kandang, terlihat bekas rem mobil hingga keluar jalur pembatas. Kondisi mobil ringsek, body depan penyok dan kaca lampu pecah. Sementara kondisi jalan terlihat licin bekas tumpahan minyak rem

Sumber : http://metrojambi.com/read/2016/04/14/9181/breaking-news-mobil-anggota-dprd-provinsi-nyungsep-sejauh-10-meter

Foto : Korban Helwi yang mengalami lakalantas. (Kanan) Mobil Pajero milik korban yang terguling /Ade Sukma - www.metrojambi.com

 
.
.
Hotel+di+Muara+Bungo
handphone-tablet

Peralatan Elektronik dan Gadget Pilihan dari Toko Online Terpercaya

Gadget Unik - Jual Beli Aman
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>