MUARA BUNGO - Kisruh di tubuh DPC Partai Hanura Kabupaten Bungo
terus berlanjut. Klaim H. Kamal HG bahwa dirinya merupakan sudah sah
menjadi Ketua DPC Hanura Bungo, menuai perlawanan dari sejumlah Pengurus
Anak Cabang (PAC).
Sekretaris PAC Tanah Tumbuh, Burmawi, angkat bicara. Ia mengatakan
tak pernah menandatangani surat dukungan kepada H. Kamal. Namun ternyata
ada tanda tangannya dalam surat dukungan terhadap anggota DPRD Bungo
itu.

“Sumpah apa saja saya sanggup. Tidak pernah saya tanda tangan.
Stempelnya saja bukan PAC Tanah Tumbuh, tapi stempel PAC Pelepat Ilir,”
ujar Burmawi, Selasa (18/8) kepada wartawan.
Burmawi sangat meyakini bahwa tanda tangannya sebagai Sekretaris PAC
Tanah Tumbuh sudah dipalsukan. Namun ia tak mau menuduh pihak tertentu
yang bertanggung jawab dalam pemalsuan tanda tangannya itu.
Ternyata bukan hanya Burmawi, namu Ketua PAC Hanura Rimbo Tengah, Epi
Darlianto juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap terpilihnya H.
Kamal sebaga ketua DPC Hanura Bungo. Ia mengatakan bahwa Muscab II
Hanura Bungo pada 13 Juni 2015 lalu berakhir dengan deadlock sepihak.
Epi mengatakan, saat itu ia juga salah seorang unsur pimpinan sidang.
Ketika situasi sidang memanas, pimpinan sidang, Abdul Thalib dari DPD
Hanura Provinsi Jambi, langsung mengetuk palu dan menyatakan deadlock.
“Mestinya kan kami pimpinan sidang lainnya diajak bicara. Lalu,
kalaupun deadlock, kapanpun dilanjutkan maka kami yang punya hak suara,"
ujarnya.
Epi pun mengaku heran ketika H. Kamal menyatakan ia terpilih sebagai
Ketua DPC Hanura Bungo. Pasalnya, sejak terjadinya deadlock, ia
mengatakan belum pernah ada lanjutan dari muscab tersebut.
“Tau-taunya DPD Hanura Jambi main tunjuk saja (H. Kamal sebagai ketua
DPC Hanura Bungo, red). Kabarnya begitu. Mana bisa, itu menyalahi
aturan partai,” tuturnya.
Eks Wakil Sekretaris DPC Hanura Bungo, Ribuwan juga angkat bicara. Ia
minta agar H. Kamal berkata jujur dalam polemic ini. Terutama katanya
kepada penagak hokum, karena kasus pemalsuan itu sudah masuk dalam
proses hukum.
“Harapan saya, janganlah bohong. Jujur sajalah. Apalagi bohong terhadap penegak hukum. Cukup kami yang dibohongi," cetusnya.
Sebagaimana diketahui, kasus dugaan pemalsuan tandatangan dukungan
ini sebagian sudah masuk ke ranah hukum, yakni PAC Rantau Pandan, Bathin
III Ulu dan Jujuhan Ilir.
Ketiga PAC yang merasa tidak pernah menandatangani rekomendasi
tersebut sudah melaporkan dugaan tersebut kepada Polres Bungo beberapa
saat setelah muscab II Hanura Bungo dinyatakan deadlock oleh pimpina
sidang.
Bahkan penyidik Polres Bungo juga telah memeriksa H. Kamal pada sabtu
kemarin (15/8) sebagai saksi. Pemanggilan H. Kamal ini juga tak lepas
dari jabatannya yang disebutkan sudah sah menjadi ketua DPC Hanura
Bungo.
H. Kamal sebelumnya juga mengatakan ia sudah terpilih sebagai Ketua
DPC Hanura Bungo secara sah. Terkait laporan pemalsuan tanda tangan, ia
mengatakan tidak tahu apa-apa soal tuduhan pemalsuan tersebut.
“Soal itu (laporan pemalsuan), saya tidak tahu. Saya dimintai
keterangan dalam kapasitas sebagai Ketua DPC Hanura terpilih,” akunya
kepada wartawan.(ira)
Sumber: http://www.buteekspres.com/berita/detail/1854/kisruh-hanura-bungo-berlanjut/#.VdPNl8XDgbs
foto: google.com