Headlines News :

.

.

.

makanan ringan
BelajarInggris.Net 250x250

Telepon Penting

Penjagaan Polres 110 atau 0747-2211
Satuan Lalu Lintas 0747-21144
Polsek Kota 0747-7002080
Satpol PP 0747-21651
IGD RSU Muara Bungo 118 atau 0747-21314, 0747-323493 ext 267
Pemadam Kebakaran 113 atau 0747-22199
Gangguan PDAM 0747-322622
Gangguan PLN 123 atau 0747-21046
Tampilkan postingan dengan label kabut asap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kabut asap. Tampilkan semua postingan

Kabut Asap Kiriman Daerah Lain

Bupati: Di Bungo Tidak Ada Lagi Hotspot

MUARA BUNGO - Kabut asap yang menyelimuti udara Kabupaten Bungo akibat kemaru panjang semakin hari kian tebal. Kondisi ini sangat berimbas buruk bagi kesehatan manusia. Bahkan pada sector lain seperti pertanian hingga penerbangan sudah sangat mengkhawatirkan.

Meski demikian, bupati Bungo, H. Sudirman Zaini menegaskan bahwa saat ini tidak ada lagi hotspot yang ditemukan oleh jajaran dinas terkait yang diperintahkannya turun ke bawah. “Saya sudah intruksikan dinas terkait untuk mengeceknya, tapi tidak ada titik api,” ujar bupati, Selasa (27/10).

Yang ada lanjut bupati hanya kebakaran-kebakaran kecil saja. Itupun langsung dipadamkan oleh petugas. “Sebagian besar asap yang menyelimuti daerah kita ini adalah dari daerah tetangga,” ucap bupati lagi.

Disampaikannya, terkait banyaknya masyarakat kabupaten Bungo yang terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akhir-akhir ini, ia juga telah mengintruksikan kepada semua puskesmas untuk selalu siaga melayani pasien yang berobat.

“Kalau memang sudah parah harus segera dirujuk ke rumah sakit. Saya sudah intruksikan itu kepada semua puskesmas di kabupaten Bungo,” tutur bupati pula.

Untuk sektor pertanian, Bupati juga telah meminta dinas terkait agar membantu petani yang mengalami kekeringan untuk mencarikan solusi untuk pengarian. Sebelumnya, data dari dinas pertanian di Kabupaten Bungo, lebih dari 600 hektar padi sawah mengalami gagal panen alias puso.

“Dari dinas pertanian yang dibantu oleh dinas lainnya juga telah berupaya membantu petani yang mengalami kekeringan, seperti bantuan menyirami tanaman masyarakat dan bantuan alat untuk menyiram tanaman,” tutup bupati.

Dengan kondisi kabut asap yang semakin parah ini, bupati menghimbu kapada masyarakat agar menjaga kesehatan untuk tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan penting. “Kalau pun keluar rumah harus menggunakan masker atau kacamata,” ingat bupati.

(tan)

Sumber : http://buteekspres.com/berita/detail/2783/sebut-asap-kiriman-daerah-lain/#.VjA0qmYxdoM

Keterangan foto : PEKAT: Kabut asap di wilayah kabupaten Bungo kian hari semakin pekat sehingga membuat makin suram potret kota ( foto: buteekspres.com )

181 Balita di Bungo Mengidap ISPA

MUARA BUNGO - Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Bungo dalam beberapa bulan terakhir salah satunya berdampak pada kesehatan masyarakat.

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, bulan September 2015 lalu penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pneumonia mencapai 181 orang. Jumlah tersebut meningkat dari bulan sebelumnya.

"Untuk penderita ISPA Pneumonia, khusus balita mencapai 181 orang selama bulan September. Data ini naik dari Juli lalu sebanyak 50 penderita, dan bulan Agustus sebanyak 65 pendertia. Sedangkan untuk bulan oktober datanya belum masuk," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Bungo, Dini Silvia, Rabu (21/10).

Dini menyebutkan, kondisi asap di wilayah Bungo sudah tergolong berbahaya, dan ia memastikan jumlah penderita bisa saja mengalami peningkatan. Namun dirinya tidak menyebutkan data penderita ISPA non Pneumonia.

"Untuk penderita ISPA Pneumonia yang paling tinggi di Kecamatan Bungo Dani, sebanyak 75 penderita. Disusul Kecamatan Rantau Pandan sebanyak 30 penderita, dan terakhir Kecamatan Pasar Muara Bungo sebanyak 25 penderita. Sedangkan untuk kecamatan yang lain, angkanya di bawah 25," pungkasnya.

Penulis: Hamid
Editor: Ikbal Ferdiyal

Keterangan foto : keadaan kota Muara Bungo Rabu (21/10) foto: infobungo.com

Kunjungan Presiden: Kamis, Presiden Jokowi Dijadwalkan ke Jambi

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi N
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Setelah sempat beberapa kali gagal berkunjung ke bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menjadwalkan kunjungan ke Jambi. Jika tak ada aral melintang, Jokowi akan berkunjung pada Kamis (8/10) lusa.
Kabar kunjungan Presiden RI ini dibenarkan oleh Komandan Korem 042/Gapu Kol Inf Makmur. Melalui Kanpenrem, Mayor Inf Imam Syafei saat dikonfirmasi Selasa malam membenarkan informasi tersebut.
"Sudah dijadwalkan dari pemerintah pusat, rencananya hari Kamis (8/10),"kata Mayor Inf Imam Syafei dikonfirmasi via telpon selular.
Kesibukan jelang hadirnya Presiden Jokowi ini sudah terlihat pada Selasa siang. Sekitar pukul 13.00 wib, pesawat Hercules mendarat di Bandara Sultan Thaha membawa mobil RI 1.
Pejabat gubernur bersama kapolda dan komandan korem 042/gapu selasa siang melakukan peninjauan lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2015/10/06/kamis-presiden-jokowi-dijadwalkan-ke-jambi
Foto : tribunjambi.com

Dampak Tutupnya Bandara Sultan TahaWarga Muara Bungo-Sarolangun Pilih Terbang Dari Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU - Dampak penutupan Bandara Sultan Taha Jambi akibat kabut asap, membuat penumpang dari wilayah Muara Bungo dan Sarolangun menuju ke Bandara Silampari, Lubuklinggau. 

Warga Muara Bungo dan Sarolangun tersebut, tetap igin mengunakan transportasi udara dari daerah terdekat. Apa lagi, jarak antara Kabupaten Sarolangun menuju kota Lubuklinggau lewat jalan darat, hanya memakan waktu satu jam. Berbeda dengan jarak Sarolangun-Jambi, yang bisa menelan waktu empat jam lewat jalan darat. 

“Karena kabut asap, bandara di Jambi tutup dan saya pilih berangkat dari sini (Lubuklinggau) untuk tujuan Jakarta,” ujar Taufik Hi dayat, warga Sarolangun, Jambi, salah satu penumpang maskapai Nam Air di Bandara Si lampari. District Manager maskapai Nam Air Lubuklinggau Andres ki Herlambang, membenarkan hal itu. Faktor kepekatan kabut asap beberapa pekan ini, memang menyebabkan bandara di Jambi sempat ditutup. 

Kondisi itulah yang membuat sejumlah penumpang dari Provinsi Jambi, yang wilayah berdekatan dengan Lubuklinggau, beralih ke Bandara Silampari. “Tidak terlalu banyak, mungkin hanya sekitar 5%. Mereka memilih terbang dari Lubuklinggau , karena efek asap. Apalagi Sarolangun, Bangko, Muara Bungo wilayahnya lebih dekat ke kita,” ungkapnya. 

Menurut Andreski, bertambahnya penumpang dari provinsi tetangga, belum terlalu berpengaruh pada peningkatan seat dari maskapai Nam Air. Karena dalam tiap hari, hanya ada dua kali penerbangan di Bandara Silampari. Bahkan, dampak dari kabut asap juga sepekan terakhir, membuat jadwal penerbangan mengalami delay. 

Terpisah, Kepala Bandara Silampari Makmur Sitorus, membenarkan, bahwa dampak dari kabut asap yang terjadi di wilayah Sumatera khususnya wilayah Jambi, membuat bandara di daerah tersebut untuk sementara waktu ditutup. 

“Mungkin karena kabut asap, warga Bangko dan Sarolangun yang ingin ke Jakarta datang kesini. Nanti akan kita survei yang pakai Bandara Silampari,” pungkasnya.

Hengky chandra agoes 

(ftr)

Sumber : http://m.koran-sindo.com/read/1043712/151/warga-muara-bungo-surolangun-pilih-terbang-dari-lubuklinggau-1442025362
Foto : koran-sindo.com

Tiap Tahun Kabut Asap, Pemda Bungo Kembali Wacanakan Pembelian Alat ISPU

Muarabungo, JAMBISATU.com – Hampir 2 tahun belakangan asap tebal selalu menyelimuti Kabupaten Bungo. Setiap bencana ini terjadi Pemerintah selalu kesulitan dalam mengukut kadar pencemaran udara yang terjadi.

“Ya, memang sampai saat ini, Kabupaten Bungo belum punya alat ISPU. InsyaAllah tahun depan depan akan kita anggarkan,” Sekretaris Daerah (Setda) Bungo Ridwan Is.

Dikatakannya, alat ISPU tersebut sangat berguna untuk mengukur udara yang tidak sehat. “Penting sekali ada alat ISPU. Sebab, tiap tahun Kabupaten Bungo selalu dilanda kabut asap. ” timpalnya.

Terpisah, Syarkoni Syam Wakil Ketua DPRD Bungo, mengaku sudah pernah diwacanakan oleh instansi terkait, namun  hingga saat ini belum dimasukkan ke dalam pembahasan. “Dulu memang ada wacana dari instansi terkait, namun sampai saat ini belum dimasukkan ke pembahasan,” tutupnya.(*)

Reporter: Azhary
Editor: Hardiopes 

Sumber : http://jambisatu.com/berita-tiap-tahun-kabut-asap-pemda-bungo-kembali-wacanakan-pembelian-alat-ispu.html

Kabut Selimuti Udara Bungo

MUARA BUNGO – Kabut asap kini telah menyelimuti kabupaten Bungo. Kamis (27/8) kemarin kabut tersebut sangat nampak terlihat, sehingga udara di Bungo nampak pekat.

Masyarakat pun mulai mengkhawatirkan dampak bagi kesehatan dengan semakin menebalnya asap di langit Bungo. Ferdi, warga pasar Muara Bungo kepada harian ini mengungkapkan kekhawatirannya.

Terutama kata dia bagi kesehatan anak sekolah yang setiap hari dipastikan keluar dari rumah. “Udaranya mulai menyengat,” keluhnya kepada harian ini,  kemarin.

Kepala  Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Bungo, Darma Suardi saat dikonformasi terkait kabut yang melanda Bumi Langkah Serentak Limai Seayun mengatakan jika kondisinya saat nii belum begitu parah.

“Asapnya belum begitu terlihat banyak, kondisi udaranya  juga masih aman untuk dihirup,” ungkap Darma.

Kata dia, jika dibandingkan dengan kabupaten tetangga kabut kabut asap di Bungo masih belum mengancam bagi kesehatan manusia. “Kalau dibandingkan dengan daerah lain, udara di Bungo masih bagus,” tukasnya.

Meski belum membahayakan kesehatan kata dia, KLH akan melakukan penelitian untuk mengetahui tingkat pencemarannya. “Nanti ada pengujiannya, ada alat khusus untuk itu,” tandasnya.

(tan)

Sumber : http://www.buteekspres.com/berita/detail/2005/kabut-selimuti-udara-bungo/

Foto : buteekspres.com

 
.
.
Hotel+di+Muara+Bungo
handphone-tablet

Peralatan Elektronik dan Gadget Pilihan dari Toko Online Terpercaya

Gadget Unik - Jual Beli Aman
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>