Headlines News :

.

.

.

makanan ringan
BelajarInggris.Net 250x250

Telepon Penting

Penjagaan Polres 110 atau 0747-2211
Satuan Lalu Lintas 0747-21144
Polsek Kota 0747-7002080
Satpol PP 0747-21651
IGD RSU Muara Bungo 118 atau 0747-21314, 0747-323493 ext 267
Pemadam Kebakaran 113 atau 0747-22199
Gangguan PDAM 0747-322622
Gangguan PLN 123 atau 0747-21046
Tampilkan postingan dengan label bbm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bbm. Tampilkan semua postingan

Harga Bensin Premium Turun Rp 500 Jadi Rp 6.450/Liter

Jakarta - Pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sebesar Rp 500/liter dari Rp 6.950 menjadi Rp 6.450/liter. Harga solar juga turun.

Demikian disampaikan Menteri ESDM Sudirman Said dalam konferensi persnya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

"Hari ini memutuskan harga premium semula Rp 6.950 menjadi Rp 6.450, jadi turun Rp 500," sebut Sudirman.

Sudirman menyebutkan, harga baru tersebut akan berlaku mulai 1 April 2016. 

"Telah diputuskan harga baru yang akan berlaku 1 April 2016," katanya.

Harga solar juga turun Rp 500 per liter, dari sebelumnya Rp 5.650 menjadi Rp 5.150. Sementara harga minyak tanah tetap.

"Regulasi kita meminta pemerintah untuk tidak melepas harga BBM untuk sepenuhnya ke mekanisme pasar sehingga jaga agar ada stabilitas dan smooth harga yang tidak terlalu tinggi," pungkasnya.
(drk/ang)

Sumber : http://m.detik.com/finance/read/2016/03/30/160252/3175958/1034/

Foto : detik.com

Ini Daftar Harga Pertamax Cs dari Aceh Hingga Papua Setelah Turun Rp 200/ Liter

Jakarta - PT Pertamina (Persero) menurunkan harga Bahan Bakar Minyak Umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex dan Pertalite Rp200 per liter seiring dengan tren harga minyak mentah dunia. Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan penetapan BBM Umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex dan Pertalite merupakan kebijakan korporasi Pertamina dimana review dilakukan secara berkala.

Setelah pada pertengahan Maret lalu Pertamina menurunkan harga jenis BBM tersebut sebesar Rp200 per liter, terhitung mulai pukul 00.00 WIB tanggal 30 Maret 2016 nanti Pertamina kembali menurunkan harga sebesar Rp200 per liter.

"Jadi, pada bulan ini saja Pertamina telah menurunkan harga BBM umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite sebesar Rp400 per liter. Dengan penurunan harga tersebut diharapkan masyarakat konsumen dapat menikmati berkendara dengan BBM yang memiliki kualitas sesuai mesin kendaraannya," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro dalam keterangan tertulis, Selasa (29/3/2016)

Adapun, penurunan harga di Jakarta meliputi Pertamax yang semula Rp7.750 per liter turun menjadi Rp7.550 per liter,  dan Pertamax Plus turun dari Rp 8.650 per liter menjadi Rp 8.450 per liter. Penurunan harga di Jakarta, juga terjadi pada Pertamina Dex dari semula Rp8.600 per liter menjadi  Rp 8.400 per liter.

Untuk BBM Umum jenis Pertalite turun  dari harga Rp7.300 per liter, menjadi Rp7.100 per liter. Solar/Biosolar non subsidi mengalami penurunan dari  Rp7.150 liter menjadi Rp 6.950 per liternya.

"Besaran penurunan harga Rp 200 per liter  berlaku sama untuk seluruh daerah," ungkap Wianda.

Berikut daftar lengkap harga Pertamax cs dari Aceh sampai Papua:

Kepulauan Riau

    Pertamax Plus Rp 8.850
    Pertamina Dex Rp 8.700

Riau

    Pertamax Plus Rp 8.700
    Pertamina Dex Rp 9.250
    Pertalite Rp 7.500

Batam/FTZ (Free Trade Zone)

    Pertamax Plus Rp 8.700
    Pertamina Dex 7.900

Nangroe Aceh Darussalam

    Pertamax Rp 8.200
    Pertamax Plus Rp 8.700
    Pertamina Dex Rp 9.200
    Pertalite Rp 7.100

Sumatera Barat

    Pertamax Rp 8.200
    Pertamax Plus Rp 8.700
    Pertamina Dex Rp 8.900
    Pertalite Rp 7.100

Sumatera Utara

    Pertamax Rp 8.000
    Pertamax Plus Rp 8.700
    Pertamina Dex Rp 8.700
    Pertalite Rp 7.100

Bangka Belitung

    Pertamax Rp 8.200
    Pertamina Dex Rp 10.300
    Pertalite Rp 7.100

Bengkulu

    Pertamax Rp 8.000
    Pertamina Dex Rp 8.950
    Pertalite Rp 7.100

Jambi

    Pertamax Rp 8.200
    Pertamina Dex Rp 9.250
    Pertalite Rp 7.300

Lampung

    Pertamax Rp 8.200
    Pertamina Dex Rp 8.800
    Pertalite Rp 7.300

Sumatera Selatan

    Pertamax Rp 8.200
    Pertamax Plus Rp 8.700
    Pertamina Dex Rp 8.800
    Pertalite Rp 7.300

Banten

    Pertamax Rp 7.550
    Pertamax Plus Rp 8.450
    Pertamina Dex Rp 8.400
    Pertalite Rp 7.100

DKI Jakarta

    Pertamax Rp 7.550
    Pertamax Plus Rp 8.450
    Pertamina Dex Rp 8.400
    Pertalite Rp 7.100

Jawa Barat

    Pertamax Rp 7.550
    Pertamax Plus Rp 8.450
    Pertamina Dex Rp 8.400
    Pertalite Rp 7.100

Bandung-Cimahi

    Pertamax Rp 7.550
    Pertamax Plus Rp 8.450

DI Yogyakarta

    Pertamax Rp 7.650
    Pertamax Plus Rp 8.550
    Pertamina Dex Rp 8.500
    Pertalite Rp 7.100

Jawa Tengah

    Pertamax Rp 7.650
    Pertamax Plus Rp 8.550
    Pertamina Dex Rp 8.500
    Pertalite Rp 7.100

Bali

    Pertamax Rp 7.650
    Pertamax Plus Rp 8.550
    Pertamina Dex Rp 8.600
    Pertalite Rp 7.100

Jawa Timur

    Pertamax Rp 7.650
    Pertamax Plus Rp 8.550
    Pertamina Dex Rp 8.500
    Pertalite Rp 7.100

Nusa Tenggara Barat

    Pertamax Rp 8.200
    Pertamax Plus Rp 8.600
    Pertamina Dex Rp 8.750
    Pertalite Rp 7.100

Nusa Tenggara Timur

    Pertamax Rp 9.000
    Pertamax Plus Rp 10.650
    Pertamina Dex Rp 8.750
    Pertalite Rp 7.100

Kalimantan Barat

    Pertamax Plus Rp 8.800
    Pertamina Dex Rp 9.700
    Pertalite Rp 7.300

Kalimantan Selatan

    Pertamax Rp 8.000
    Pertamina Dex Rp 9.700
    Pertalite Rp 7.300

Kalimantan Tengah

    Pertamax Rp 8.000
    Pertamina Dex Rp 9.700
    Pertalite Rp 7.300

Kalimantan Timur

    Pertamax Rp 8.000
    Pertamina Dex Rp 9.700
    Pertalite Rp 7.300

Kalimantan Utara

    Pertamax Rp 8.000
    Pertamina Dex Rp 9.700
    Pertalite Rp 7.300

Gorontalo

    Pertamax Rp 9.200
    Pertalite Rp 7.300

Sulawesi Barat

    Pertamax Rp 9.050
    Pertamax Plus Rp 9.900
    Pertamina Dex Rp 10.350
    Pertalite Rp 7.300

Sulawesi Selatan

    Pertamax Rp 8.600
    Pertamax Plus Rp 9.900
    Pertamina Dex Rp 10.350
    Pertalite Rp 7.500

Sulawesi Tengah

    Pertamax Rp 8.700
    Pertalite Rp 7.300

Sulawesi Tenggara

    Pertamax Rp 8.800
    Pertamina Dex Rp 10.350
    Pertalite Rp 7.300

Sulawesi Utara

    Pertamax Rp 8.800
    Pertalite Rp 7.300

Maluku

    Pertamax Rp 9.650
    Pertamina Dex Rp 18.000

Maluku Utara

    Pertamax Rp 11.150

Papua

    Pertamax Rp 10.450
    Pertamax Plus Rp 15.700
    Pertamina Dex Rp 15.800
    Pertalite Rp 7.300

Papua Barat

    Pertamax Rp 10.950

Sumber: http://m.detik.com/finance/read/2016/03/29/211030/3175391/1034/ini-daftar-harga-pertamax-cs-dari-aceh-hingga-papua-setelah-turun-rp-200--liter

Harga Premium dan Solar Turun

JAKARTA - Pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) Premium dan Solar. Hal ini dilakukan merespons turunnya harga minyak dunia.

Harga baru ini akan berlaku mulai 5 Januari 2016 mendatang. Pertamina diberi waktu untuk mempersiapkan penyesuaian harga ini sambil menghabiskan stok BBM harga lama.

Berikut selengkapnya seperti disajikan dalam infografis, Rabu (23/12/2015).

Sumber:detik.com

Peminat Meningkat, Pertamina Segera Tambah Pompa Pertalite di Jambi

JAMBIUPDATE.COM, JAMBI - PT Pertamina (Persero) Cabang Jambi, mengaku penjualan bahan bakar Pertalite sejak diluncurkan di Provinsi mendapat respon dari konsumen. Total keseluruhan Pertalite yang digunakan konsumen mencapai 528 kiloliter.

Karena itu, Pertamina segera menambah pompa Pertalitite di SPBU yang ada di Jambi. ”Respon cukup bagus,” kata Sales Representatif PT Pertamina Cabang Jambi, Misbah.
ilustrasi
Penjualan itu, kata Misbah, terjadi di 11 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebebar di wilayah Provinsi. Lima diantaranya SPBU di Kota Jambi, selebihnya di Kabupaten Batanghari, Sarolangun, Merangin dan Bungo.

”Rata-rata penjualan perhari dari 11 SPBU  itu mencapai 20-26 kilo liter,” akunya.
Kata dia, setiap SPBU perharinya mendapat jatah sebanyak 8 kiloliter, setiap SPBU penjualannya berbeda.  Hal itu tergantung kosumsi masyarakat menggunakan Pertalite.

”Yang paling banyak itu untuk penjualan Pertalite di SPBU Kebun Jeruk Jl Soemantri Brojonegoro,” ujarnya. Pihaknya menargetkan pada akhir tahun 2015 ini, 18 SPBU di Provinsi Jambi melakukan penjualan BBM jenis RON (Research Octane Number) 90-91 atau Pertalite. ”Target penjualan perhari 45 kilo liter,” pungkasnya.(hfz)
 
Sumber:http://jambiupdate.com/artikel-peminat-meningkat-pertamina-segera-tambah-pompa-pertalite-di-jambi.html
 
 Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Bensin Pertalite Batal Diluncurkan Mei

Jakarta - PT Pertamina (Persero) memastikan tak jadi meluncurkan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru, yaitu Pertalite RON 90 pada bulan ini. Perseroan awalnya akan meluncurkan produk tersebut pada Mei 2015.

"Nggak bulan Mei, nggak bulan ini, masih panjang lah, kita harus menyiapkan uji-uji semua," kata Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto usai pelantikan eselon I di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (7/5/2015)

Dwi mengatakan, sebelum meluncurkan produk BBM baru, pihaknya harus kembali melakukan serangkaian uji produk. Namun, Dwi tak merinci uji apa saja yang akan dilakukan terhadap produk Pertalite RON 90.

"Kalau uji ini sukses, nanti harus diskusi dengan stakeholder, supaya tidak ada kebingungan di masyarakat," kata Dwi.

Sebelumnya Pertamina siap meluncurkan produk bensin baru yakni Pertalite RON 90 pada Mei, namun sebelumnya dijual di SPBU harus izin terlebih dahulu ke Komisi VII DPR.

"Pertalite jadi diluncurkan Mei ini, tapi nggak tanggal 1 Mei ya," ujar Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang bulan lalu.

Pertamina harus mendapatkan izin dari DPR, untuk menyakinkan bahwa Pertalite bukan untuk menggantikan bensin Premium RON 88, melainkan memberikan pilihan bahan bakar bagi masyarakat.

(hen/dnl)
Sumber: http://m.detik.com/finance/read/2015/05/07/095538/2908319/1034/bensin-pertalite-batal-diluncurkan-mei

Ini Harga Terbaru Pertamax di 29 Daerah di Indonesia

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis RON92 atau yang dipasarkan dengan merek Pertamax sebesar Rp 200 per liter. Berlaku mulai 1 Mei 2015, Pertamax untuk distribusi Jawa dijual dengan harga Rp 8.800, dari harga semula Rp 8.600 per liter.

Berikut daftar lengkap harga Pertamax di berbagai wilayah di Indonesia, dikutip dari akun @ptpertamina dan @pertamaxID pada Sabtu (2/5/2015).

1. Nanggroe Aceh Darussalam Rp 10.550

2. Sumatera Barat Rp 10.4550

3. Sumatera Utara Rp 10.350

4. Bangka-Belitung Rp 10.550

5. Bengkulu Rp 10.350

6. Jambi Rp 10.550

7. Lampung Rp 10.550

8. Sumatera Selatan Rp 10.550

9. Banten Rp 8.800

10. DKI Jakarta Rp 8.800

11. Jawa Tengah Rp 8.800

12. Jawa Timur Rp 8.800

13. Bali Rp 9.300

14. Nusa Tenggara Barat Rp 10.500

15. Nusa Tenggara Timur Rp 10.900

16. Kalimantan Selatan Rp 10.800

17. Kalimantan Tengah Rp 11.000

18. Kalimantan Timur Rp 11.000

19. Kalimantan Utara Rp 10.900

20. Gorontalo Rp 10.500

21. Sulawesi Barat Rp 11.3500

22. Sulawesi Selatan Rp 10.800

23. Sulawesi Tengah Rp 11.000

24. Sulawesi Tenggara Rp 11.100

25. Sulawesi Utara Rp 11.100

26. Maluku Rp 11.950

27. Maluku Utara Rp 13.350

28. Papua Rp 12.750

29. Papua Barat Rp 13.250

Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2015/05/03/ini-harga-terbaru-pertamax-di-29-daerah-di-indonesia

Harga Pertalite RON 90 Bakal di Kisaran Rp 8.000-8.300/Liter


Jakarta - Mulai Mei 2015, PT Pertamina (Persero) akan memperkenalkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru yaitu Pertalite RON 90. BBM ini lebih baik ketimbang Premium RON 88 tetapi masih di bawah Pertamax RON 92.

M Iskandar, Vice President Fuel Marketing PT Pertamina (Persero), mengatakan pihaknya akan belum menetapkan harga Pertalite secara pasti. Namun kisarannya sudah mulai terlihat.

"Harga ini terpenting. Kita akan mengambil medium range antara Premium dan Pertamax. Sekitar Rp 8.000-8.300/liter," ungkapnya dalam diskusi Energi Kita di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2015).

Saat ini, harga Premium di daerah luar Jawa-Madura-Bali adalah Rp 7.300/liter sementara di Jawa-Madura-Bali adalah Rp 7.400/liter. Sedangkan Pertamax dibanderol Rp 8.600/liter.

Menurut Iskandar, sebenarnya Pertamina sudah berniat meluncurkan bensin RON 90 ini pada 2007. Namun terus tertunda sampai sekarang.

Pertalite RON 90, lanjut Iskandar, lebih ramah bagi mesin kendaraan dibandingkan Premium. "Jadi kita juga memenuhi persyaratan dari produsen otomotif," ujarnya. 

Pertamina, tambah Iskandar, juga diuntungkan ketika Pertalite menggantikan Premium. Pasalnya, sebagian besar kebutuhan bensin Premium saat ini masih diimpor. Dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), impor ini tentu berat bagi Pertamina.

"RON 88 untuk memenuhi kebutuhan domestik itu 70% impor. Kilang kita desainnya kilang lama, yang produknya kelas bawah. Sehingga kalau ditarik ke atas, pasti nggak efisien," tuturnya.

(hds/hds)
Sumber: http://m.detik.com/finance/read/2015/04/19/150946/2891533/1034/

Premium Dihapus, Pertamina Siapkan Bensin Baru yang Lebih Murah dari Pertamax


Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan mulai menghapus bensin premium pada SPBU di kota-kota besar. Sedang disiapkan bensin khusus yang kualitasnya lebih baik dari premium, tapi harganya lebih murah dari Pertamax RON 92.

"Nama bensin dan logo barunya sedang disiapkan. Tapi bensin baru ini RON-nya pasti lebih tinggi dari Premium yang hanya RON 88, plus aditif, pastinya bahan bakar ini buat tarikan lebih halus, bertenaga, ramah, dan melaju lebih jauh," ungkap Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang kepadadetikFinance, Kamis (16/4/2015).

Bambang mengatakan, untuk tahap awal bensin jenis baru ini hanya dijual di SPBU kota-kota besar saja.

"Ini baru di kota-kota besar dulu, ini bertahap. SPBU di pinggiran kota masih dijual premium," katanya.

Ia yakin, masyarakat tidak akan keberatan dengan bensin jenis baru ini, karena kualitasnya lebih baik tapi harganya lebih murah daripada Pertamax RON 92.

"Masyarakat pasti senang. Dapat pilihan bahan bakar yang lebih baik tapi lebih murah daripada Pertamax," katanya.

(rrd/dnl)
Sumber: http://m.detik.com/finance/read/2015/04/16/113942/2889072/1034/

Tidak Lagi Disubsidi Pemerintah, Mobil Dinas Bisa Beli Premium

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejak awal Maret lalu, Pertamina region Sumbangsel mengeluarkan surat edaran bahwa, kendaraan pemerintah diperbolehkan untuk menggunakan bahan bakar minyak jenis premium.

Pada 31 Desember 2014, Presiden Joko Widodo juga mengeluarkan  peraturan nomor 191 Tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran BBM.

Aturan baru yang menggantikan Perpres Nomor 5 Tahun 2012 dan Perpres Nomor 71 Tahun 2005 tersebut, mengizinkan kendaraan dinas baik roda dua dan empat boleh menggunakan BBM jenis bensin (gasolin) RON 88, karena BBM ini tidak lagi disubsidi oleh pemerintah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kota Jambi, Komari mengatakan untuk sosialisasi Perpres tentang BBM tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina dan pengelola SPBU di Kota Jambi.

"Kita sudah sebarkan itu (Perpres) ke SPBU-SPBU di Kota Jambi, agar diinformasikan pada konsumen," katanya saat ditemui di kantor Disperindag Kota Jambi, Kamis (26/3). (*)

Laporan Wartawan Tribun Jambi Teguh Suprayitno

Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2015/03/26/tidak-lagi-disubsidi-pemerintah-mobil-dinas-bisa-beli-premium

 
.
.
Hotel+di+Muara+Bungo
handphone-tablet

Peralatan Elektronik dan Gadget Pilihan dari Toko Online Terpercaya

Gadget Unik - Jual Beli Aman
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>