Headlines News :

.

.

.

makanan ringan
BelajarInggris.Net 250x250

Telepon Penting

Penjagaan Polres 110 atau 0747-2211
Satuan Lalu Lintas 0747-21144
Polsek Kota 0747-7002080
Satpol PP 0747-21651
IGD RSU Muara Bungo 118 atau 0747-21314, 0747-323493 ext 267
Pemadam Kebakaran 113 atau 0747-22199
Gangguan PDAM 0747-322622
Gangguan PLN 123 atau 0747-21046
Tampilkan postingan dengan label Bandara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandara. Tampilkan semua postingan

Pemprov Gelontorkan Rp 15 M Bangun Jalan Jalur Dua ke Bandara Bungo

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Pembangunan infrastruktur di sekitaran Bandara Muara Bungo terus digenjot, akses utama yang saat ini dinilai kecil akan dibangun dua jalur.

Ini diungkap Wakil Bupati Bungo, Syafrudin Dwi Aprianto beberapa hari lalu. Menurutnya 2017 Pemprov akan mengelontorkan dana Rp 15 miliar untuk bangun jalan dua jalur di sana.

Akses yang dibangun nanti dimulai dari Simpang Perumnas hingga Bandara Muara Bungo, dengan panjang kurang lebih lima kilometer.

‎"Gubernur (Zumi Zola) yang menyampaikan rencana ini kepada kami kemarin," kata Apri.

Ini sebagai penunjang agar Bandara terbesar di wilayah Jambi Barat tersebut semakin progres ke depan, terlebih akan dimulainya terbang tiap hari Maskapai Sriwijaya dan tambahan maskapai lain.

‎Saat ini lanjut Wabup, Pemprov masih melakukan pembahasan APBD 2017, jika APBD sudah disahkan maka pembangunannya bisa dimulai pertengahan 2017.

“Semoga apa yang disampaikan gubernur betul-betul terwujud, sehingga mempercepat peningkatan ekonomi di Kabupaten Bungo," pungkas Apri.

Sumber: https://jambi.tribunnews.com/amp/2016/11/19/pemprov-gelontorkan-rp-15-m-bangun-jalan-jalur-dua-ke-bandara-bungo

Pemprov Jambi Bahas Rute Penerbangan Bandara Kerinci dan Bungo

Pemrov Jambi bersama pihak yang terkait dalam pembahasan rute penerbangan Bandara Kerinci dan Bungo (jambiupdate.co)
https://www.blibli.com/otomotif/53704/?a_blibid=562cbc2b8d9cdJAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Dalam tangka percepatan pengembangan Bandara di Kerinci dan Bungo, Pemerintah Provinsi Jambi menggelar rapat membahas rute penerbangan di Bandara Jambi, Kerinci - Bungo.

Pantauan jambiupdate.co, Rapat dilaksanakan di ruang kantor Gubernur Jambi, Selasa (11/10), dihadiri oleh Wakil Bupati Bungo dan Sekretaris Daerah Kerinci.
Selain itu, juga hadir Kadis Perhubungan Provinsi Jambi, pihak Sriwijaya Air, Garuda Indonesia dan Lion Air serta pihak BMKG.

note 5Gubernur Jambi Zumi Zola, mengatakan, untuk Bandara di Bungo sudah dibangun dan punya potensi besar. Selain itu, kata Zola, Kerinci sudah menjadi branding wisata Provinsi Jambi, kalau masih menggunakan angkutan darat, para turis dan wisatawan banyak pertimbangan mngunjungi Kerinci

"Hari saya kumpulkan dari pihak terkait pengembangan dua Bandara tersebut bisa menyampaikan apa yang dibutuhkan dan diharapkan dari Pemerintah Daerah," ujarnya.
Hal ini dilakukan, untuk membagi tugas bagi masing-masing ini, untuk menghasilkan program kerja yang optimal. Saat ini rapat sedang berlangsung. (wan)

Sumber: http://jambiupdate.co/artikel-pemprov-jambi-bahas-rute-penerbangan-bandara-kerinci-dan-bungo.html

Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Kembangkan Bandara Muara Bungo Jambi, Ini Langkah yang Ditempuh AP II

JAKARTA, KOMPAS.com - Tersiar kabar bahwa Bandara Muara Bungo Jambi sudah sangat jarang didarati pesawat.

Bahkan jumlah penerbangan dari dan menuju Muara Bungo yang hanya sebanyak dua kali dalam sehari kerap dibatalkan pihak maskapai.

Sebagai pengelola bandara Muara Bungo, Angkasa Pura II ingin agar bandara tersebut bisa mendorong laju perekonomian Jambi, yakni dengan mengembangkannya.

Untuk mengetahui rencana itu, Kompas.com berbincang dengan Direut AP II Budi Karya Sumadi, dan berikut ini adalah petikan wawancaranya.

Bagaimana kondisi Bandara Muara Bungo saat ini?
Saya mendapat komplain banyak dari Muara Bungo. Komplainnya penerbangan dari Jakarta selalu batal. Kebutuhan penerbangan ke Muaro Bungo cukup besar, tetapi jumlah penerbangan ke sana masih sangat sedikit. Mengapa permintaannya besar, karena untuk menuju Muara Bungo bisa memakan waktu hingga enam jam dengan kondisi jalan berkelok.

Untuk menuju Kerinci membutuhkan jarak tempuh sekitar sembilan jam, maka dari itu jumlah permintaan penerbangan ke sana cukup besar. Orang lebih memilih untuk menggunakan transportasi udara ketimbang darat.

Untuk memenuhi permintaan penerbangan ke Muara Bungo, apa yang diupayakan Angkasa Pura II?
Konsepnya kita membuat feeder antara Sultan Thaha ke Muara Bungo Kerinci, katakanlah dua kali penerbangan sehari. Berarti setiap hari ada 150 orang atau 160 orang minimal yang bisa terangkut, akan ada dua penerbangan tambahan dari Jakarta. Ini sama seperti yang kami lakukan dengan Silangit Sumatera Utara, karena ada permintaan dan kebutuhan yang besar, maka kami membuat feeder.

Kami akan bertanya kepada Garuda Indonesia tentang kesediaanya. Kalau Lion sudah yakin penebangan tersebut potensial. Kenapa waktu di Silangit saya ngotot untuk buat feeder? Karena orang dari tujuh kabupaten yang ada di sana itu tujuannya ke Medan sangat banyak. Ada sekitar 1.000 orang, sementara baru ada sekitar enam flight. Sama halnya dengan itu, apabila Muara Bungo Kerinci bagus dan banyak penumpang yang kita terbangkan maka jumlah fight juga akan kami usahakan untuk ditambah.

Kesiapan yang akan dilakukan Angkasa Pura ll untuk pengembangan Bandara Muara Bungo nantinya seperti apa? 
Pertama, kami akan melakukan penambahan kapasitas airside, taxiway, landasan baru dan sebagainya, seperti permintaan Presiden agar cepat dilakukan pengembangan yang terkait dengan bandara. Kami juga akan mengefisienkan pergerakan manusia yang menggunakan pesawat terbang.

Sekarang kami catat berapa banyak orang yang melakukan pergerakan dari dan menuju Jambi. Sehingga, nantinya misalkan orang Jambi ke Semarang enggak usah landing di Jakarta.

Untuk Bandara Sultan Thaha, ada rencana menjadikan bandara internasional?
Ya, memang terminal baru seluas 12.000 meter persegi ini dibangun dengan konsep modern beserta fasilitas-fasilitas terkini seperti garbarata, eskalator, lift, dan juga dilengkapi area komersial demi pelayanan serta kenyamanan penumpang atau pengunjung pesawat.

Yang pasti, kami melihat demand and supply dulu, kalau sudah tembus di atas 3 juta penumpang layak bandara itu jadi bandara internasional. Kami masih ada waktu empat sampai lima tahun untuk melakukan itu. Kalau sekarang kapasitasnya baru 1,6 juta karena biasanya ada rasio tertentu.

Terkait pendanaan pengembangan bandara, apa yang akan ditempuh Angkasa Pura ll?
Kalau pendanaan saya pikir sejauh pergerakan-pergerakan itu mempunyai nilai ekonomis, dengan sangat mudah kami mendapatkan pendanaan. Kepada investor saya katakan kami mendorong bisnis aero. Aero mengefisienkan yang sudah ada.

Kami jujur lagi, mau exercise global bond. Global bond itu menghasilkan efisiensi yang baik kira-kira 2,5 sampai 3 persen. Kalau menurut saya pelaksanaannya bisa awal tahun depan. Kalau maunya sih Rp 6 triliun.

Penulis: Iwan Supriyatna
Editor: Bambang Priyo Jatmiko
Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/07/23/051900626/Kembangkan.Bandara.Muara.Bungo.Jambi

Sriwijaya Air Terbang Perdana di Bandara Bungo

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - ‎ Maskapai Sriwijaya Air rute Jakarta-Bungo sebaliknya melakukan terbang perdana di bandara Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Minggu (3/7) kemarin. 

Kedatangan pesawat Boeing 737 500 W ini dinanti oleh seluruh jajaran Forkompinda Bungo di ruang tunggu bandara. Ini merupakan momentum yang sudah cukup lama ditunggu-tunggu.

Bukan hanya kalangan pejabat di lingkungan Pemkab Bungo, namun beberapa pejabat dari daerah tetangga juga datang menyambut pendaratan pertama Sriwijaya Air, seperti Bupati dan Ketua DPRD Dharmasraya.

Pesawat Sriwijaya Air ini memiliki kapasitas cukup besar dibanding maskapai lain yang pernah beraktivitas di Bungo, dengan jumlah angkut 120 penumpang.

Penulis: awang
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi

Sriwijaya Air Buka Rute Sampit dan Muara Bungo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyambut lebaran, Sriwijaya Air memberikan pilihan baru untuk rute penerbangan baru yaitu Surabaya -Sampit (Kalimantan Tengah) PP dan Jakarta - Muara Bungo (Jambi) PP.

Dua rute penerbangan tersebut akan dialayani mulai tanggal 3 Juli 2016, dengan menggunakan pesawat Boeing 737-500 berkapasitas 120 seats, yang terdiri dari 8 seats kelas Executive dan 112 seats kelas Ekonomi.

Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Group Agus Soedjono mengatakan, dua rute penerbangan ini akan menjadi daya tarik pelanggan sehubungan dengan kemudahan akses transportasi udara, yang selama ini menuju Sampit ditempuh melalui Banjarmasin, sedangkan Muara Bungo via Jambi. 

"Pelanggan bisa memiliki akses langsung bila menuju ke Sampit dan Muara Bungo," ungkapnya saat buka bersama di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (28/6).

Ia melanjutkan, penerbangan Jakarta-Muara Bungo PP akan dilayani empat kali dalam sepekan yakni Selasa, Kamis, Jumat dan Minggu. Sedangkan untuk rute Surabaya-Sampit PP akan dilayani satu kali setiap hari.

Untuk jadwal penerbangan rute Jakarta-Muara Bungo PP yakni pesawat berangkat dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.10 WIB, tiba di Bandara Muara Bungo pukul 15.20 WIB. Untuk rute sebaliknya, pesawat berangkat dari Bandara Muara Bungo pukul 15.50 WIB dan tiba kembali di Bandara Soekarno Hatta pukul 17.00 WIB.

Sedangkan jadwal penerbangan Surabaya-Sampit PP yaitu pesawat berangkat dari Bandara Juanda pukul 14.20 WIB, tiba di Bandara H Asan Sampit pukul 15.25 WIB. 

Dan untuk rute penerbangan sebaliknya yaitu berangkat dari Bandara H Asan Sampit pukul 15.55 WIB dan tiba kembali di Bandara Juanda pukul 17.00 WIB.

Rep: M. Nursyamsyi / Red: Dwi Murdaningsih

Sumber: http://m.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/16/06/28/o9he9e368-sriwijaya-air-buka-rute-sampit-dan-muara-bungo

Berantas “PETI”, Bandara Bungo Segera Difungsikan Untuk Mudik

Muara Bungo, Mediatrasnparancy.com – Setelah melaksanakan apel pagi pada Sabtu (18/6/2016) Kapolres Bungo AKBP Asep Amar langsung bertolak menuju kawasan Bandara Muara Bungo yang berlokasi di Sei Buluh Rimbo Tengah. Hal ini dilaksanakan untuk memastikan segala bentuk persiapan keamanan dan kelancaran di lokasi bandara , dikarenakan pada akhir Juni ini bandara Bungo dikabarkan siap untuk difungsikan.

Kapolres Bungo AKBP Asep Amar Permana kepada mediatransparancy “saya sekedar meninjau persiapan bandara, apabila benar bandara Bungo berfungsi pada bulan juni ini, tentunya membantu masyarakat untuk pulang ke kampung halaman pada masa mudik mendatang”ujarnya di bandara Bungo, Sabtu (16/08/2016).

Kapolres Bungo juga menambahkan untuk aktifitas PETI yang masih aktif di kawasan bandara menjadi skala prioritas untuk di berantas, dan dipastikan dalam waktu dekat kawasan bandara akan di sterilkan dari para pelaku peti.

Sementara itu salah satu pegawai bandara menjelaskan, bahwa yang akan aktif beroperasi adalah maskapai Sriwijaya Air jenis Boing 737 dengan kapasitas penumpang 120 dengan rute penerbangan yang ada Muara Bungo – Jakarta.

Penulis : Aga / Almen.M
Editor : Dian Kristina

Sumber: http://www.mediatransparancy.com/berantas-peti-bandara-bungo-segera-difungsikan-untuk-mudik/

Foto:Petugas Bandara berdialog dengan Kapolres Bungo AKBP Asep Amar Permana (www.mediatransparancy.com)

Bandara Bungo Kembali Tertunda Beroperasi

Kenali.co, MUARA BUNGO - Maskapai NAM Air (Sriwijaya Group) yang digadang gadang akan beroperasi di bandara Bungo mulai, Kamis (2/6) sepertinya hanya pepesan kosong. Alasannya, kembali terjadi penundaan jadwal.

Seperti yang disampaikan Kepala Bandara Muara Bungo Fathyan Panjaitan,  bahwa penjadwalan maskapai NAM Air (Sriwijaya Group) yang seharusnya sudah beroperasi pertanggal 2 juni kembali ditunda.

“Benar pak, maskapai NAM Air seharusnya dijadwalkan hari ini beroperasi namun ditunda dikarenakan masih terkendala izin, karena surat izin dari kementerian perhubungan belum keluar ,” ucap Fathyan P, Kamis (2/6/2016).

Namun, Fatahyan memamastikan bandara akan beroperasi dalam waktu dekat ini, hanya saja jadwal pastinya belum diketahui, dengan alasan masih dalam penjadwalan dari pihak maskapai sendiri.

"Kita berharap secepatnya, paling tidak sekitar satu atau dua Minggu lagi, setelah izin kelar, maka jadwal penerbangan akan segera diatur oleh pihak maskapai ," ucapnya lagi.

Dikatakan Fathyan, bahwa untuk persiapan dari pihak badara saat ini sudah 99%, segala perlengkapan pesawat seperti tangga pesawat dan lainnya saat ini sudah berada di Bandara Bungo.

“Kalau untuk persiapan sendiri sudah 99% pak, semua peralatan pesawat sudah lengkap berada di bandara bungo, hanya tinggal menunggu penjadwalan dari maskapai NAM Air tersebut,” jelasnya.

Untuk diketahui sebelumnya maskapai NAM Air yang menggunakan pesawat Boeing 737 seri 500,  memiliki Kapasitas angkut penumpang sebanyaj 118 orang, sesuai jadwal penerbangan Bungo-Jakarta dan Jakarta-Bungo dilakukan setiap hari. Terkait harga tiket berkisar 400-500ribu per kursi.

(Put)
Sumber:http://www.kenali.co/berita-3667-bandara-bungo-kembali-tertunda-beroperasi.html

Mantap, 2 Juni NAM Air Terbang Perdana di Muara Bungo, Gunakan Pesawat Boeing

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Kabar baik untuk masyarakat Bungo dan sekitarnya, kini tak akan sulit lagi untuk menjalankan aktivitas ke luar kota terutama ke DKI Jakarta, karena per 2 Juni maskapai NAM Air (Sriwijaya Group) mulai beroperasi atau terbang perdana di Bandar Udara (Bandara) Muara Bungo.

Kepala Bandara Muara Bungo, Fatahyan melalui ‎Kepala Bagian Keselamatan dan Keamanan Penerbangan‎, Widi ‎Nugroho‎ menyebut dalam aktivitasnya nanti NAM Air akan menggunakan pesawat Boeing 737 seri 500.

Kapasitas angkut penumpang yang terakomodir 118 orang, sesuai jadwal penembakan Bungo-Jakarta dan Jakarta-Bungi dilakukan setiap hari.

Dalam terbang perdana ini, sekalian dilakukan uji landasan baru yang kini memiliki panjang mencapai 1800 meter. "Ini sudah fiks, nanti kita sama-sama sambut kedatangan NAM Air per 2 Juni," kara Widi, Kamis (18/5).

‎Soal harga tiket, menurutnya tidak akan jauh berbeda dengan tarif tiket Jambi-Jakarta, tetap di kisaran Rp 400 ribu - Rp 500 ribu per penumpang atau per kursi.

‎"Untuk tarif harga mirip-mnirip seperti Jambi, akan diupayakan. Kalau di Jambi Rp 400 ribu di sini sekitar Rp 500," tukasnya.

Dan maskapai ini nanti akan menyediakan kursi bisnis kurang lebih delapan unit. 

Selain NAM Air, Garuda Indonesia juga sudah melakukan survei ke Bandara Muara Bungo, namun menurutnya sejauh ini belum ada progres. "Untuk Garuda memang baru sebatas survei saja," imbuh pria tersebut.

Diketahui bahwa dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah daerah memang sangat intens melakukan aktivitas untuk mengaet maskapai membuka rute di Bungo.

Seperti yang dilakukan Bupati Sudirman Zaini, ia cukup intens ‎memfasilitasi pihak maskapai untuk segala urusan, bahkan terakhir Sudirman mengunjungi bandara guna memastikan tidak ada kendala dalam menyambut kedatangan NAM Air.

Sudirman memiliki harapan besar, dengan tingginya aktivitas bandara maka ekonomi masyarakat Bungo meningkat pesat. Selain itu ia yakin nanti akan diikuti dengan banyaknya investasi yang masuk.

"Saya sangat yakin ekonomi masyarakat akan meningkat, investor juga akan melihat potensi yang ada, akan sangat mudah investasi masuk kalau bandara aktif," ulas Bupati beberapa waktu lalu.

Ke depan dipre‎diksi akan lebih banyak maskapai yang membuka rute di Bandara Muara Bungo, setelah melihat potensi demand (permintaan) penumpang.

Terlebih, saat ini cukup banyak perusahaan berdiri di Bungo, bahkan hampir di setiap kecamatan ‎terdapat perusahaan besar berskala internasional. Kemudian potensi penumpang dari daerah penyanggah juga tinggi seperti Tebo, Merangin, Sarolangun, Kerinci dan Sungai Penuh. Termasuk kabupaten dari provinsi tetangga, seperti Dharmasraya.‎ (*)

Penulis: awang
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi

Bandara Bungo Dapat Kucuran Dana Rp 100 M Dari APBN

JAMBIUPDATE.CO, MUARA BUNGO - Untuk kembali mengoptimalkan bandar udara Bungo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo kembali mendapat dana segar dari APBN  sebesar Rp. 100 MilIAR (M) lebih. Dana ini  untuk perawatan bandara  agar layak digunakan untuk penerbangan tahun ini.

"Tahun ini Pemkab Bungo mendapat kucuran dana 100 milyar lebih dari APBN Murni untuk melakukan perawatan bandara, mudah-mudahan tahun ini badara Bungo bisa kembali beroperasi,"kata Sekda Bungo Ridwan Is Senin (16/5).

Disampaikannya, untuk saat ini, komunikasi yang sudah ada hanya dengan Nam Air untuk melakukan penerbangan dalam waktu dekat ini. "Jadi kita tinggal mensosialisasikan saja kepada penumpang,  dan ini nantinya akan terus berkelangsungan," paparnya.

Dijelaskannya, bahwa bandara bungo di backup penuh oleh pusat agar dapat beroperasi. Dan kedepan dana dari pusat untuk perbaikan dan perawatan pun akan dikucurkan agar bandara Bungo tetap beroperasi.

"Kalau landasan dan fasilitas kita sudah memadai. Jadi dalam waktu dekat ini mudah-mudahan beroperasi. Kita hanya menunggu kedatangan pak Menteri Perhubungan ke Bungo dalam waktu dekat ini untuk memantau langsung kelayakan bandara. Mudah-mudahan sebelum puasa beliau sudah bisa datang untuk melihat langsung dan langsung meresmikan," tandasnya.
(Hnd)

Sumber: http://www.jambiupdate.co/artikel-bandara-bungo-dapat-kucuran-dana-rp-100-m-dari-apbn.html

Bandara Bungo Diperbaiki, H Bakri Sebut akan Terus Perjuangkan APBN untuk Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Tahun ini beberapa kabupaten di Jambi mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat, tak terkecuali Kabupaten Bungo.

Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi, H Bakri mengungkap khusus Kabupaten Bungo tahun ini mendapat alokasi dari beberapa kementerian, seperti Kementerian Perhubungan terkait penambahan runway bandara.

Dibangunnya runway ini menurut Bakri untuk menunjang peningkatan pelayanan di Bandara Bungo dalam pengakomodiran maskapai-maskapai berbadan besar.

Selain runway, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengungkap beberapa infrastruktur penunjang di bandara juga akan dibangun. "Pokoknya kalau di Bungo lebih banyak perbaikan infrastruktur bandara," kata Bakri kepada Tribun via ponsel, Minggu (17/4).

Sengaja memperjuangkan perbaikan infrastruktur bandara karena Kabupaten Bungo kata Bakri merupakan jalur perlintasan, nantinya akan menjadi pusat transportasi udara di Jambi wilayah barat.

"Apalagi sekarang beberapa maskapai sedang penjajakan untuk membuka rute di sana (Bandara Muara Bungo-Red), ini sebentar lagi Sriwijaya Air," tukas pria yang diangkat sebagai Bapak Pembangunan Infrastruktur Jambi oleh kelompok masyarakat di Tanjab Barat ini.

Menurut Bakri, sebagai Anggota DPR RI ‎dirinya akan terus berjuang untuk mengembangkan Bandara Muara Bungo hingga nanti terdapat beberapa maskapai besar di sana.

"Alhamdulillah sekarang sudah ada Sriwijaya yang akan membuka rute, tapi kalau Garuda Indonesia belum membuka rute di sana kita belum puas, kita perjuangkan Garuda Indonesia mendarat di Bungo," tambah Bakri.

Sejalan dengan itu, pria yang duduk sebagai Anggota Komisi V (Pembangunan) DPR RI ini juga akan melakukan koordinasi baik ke daerah maupun di tingkat pusat terkait potensi yang ada di Bungo serta beberapa kabupaten penunjang lain.

Terutama untuk sektor pariwisata yang memang cukup mumpuni. "Ada potensi pariwisata yang cukup besar di Bungo, Merangin serta kabupaten sekitar sampai Kerinci, ini juga akan turut menunjang perkembangan bandara udara di sana. Makanya sektor wisata harus juga kita kembangkan,"

Selain bandara, Bakri menyebut bahwa tahun ini juga ada perbaikan infrastruktur jalan di Bungo dan Tebo serta kabupaten lain di Provinsi Jambi. "Di Bungo ada pelebaran jalan dianggarkan tahun ini, kemudian di Tebo pembangunan jalan serta infrastruktur lain," tukasnya.

Ke depan lanjut Bakri, pihaknya akan terus berjuang agar lebih banyak lagi alokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan infrastruktur di Provinsi Jambi.‎

Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2016/04/17/bandara-bungo-diperbaiki-h-bakri-sebut-akan-terus-perjuangkan-apbn-untuk-jambi

Foto : Anggota Komisi V DPR RI A Bakri seusai diskusi di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (5/2/2016).  (tribunjambi.com )

Landasansan Bandara Bungo Terancam Ambruk

Pasca Razia Masih Nekat Beroperasi Keseriusan Tim Dipertanyakan

METROBUTENEWS.COM – Muara Bungo. Kawasan Bandara Muara Bungo kembali dilanda masalah, setelah bobolnya  tanggul air ketika musim hujan  tahun lalu mengancam lonsorya Landasan kini kembali muncul persoalan baru ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab melakukan Penambangan Emas tampa izin (PETI)  alias dompeng di kawasan Bandara Muara Bungo juga mengancam kelansungan Bandara.  

Sangat disayangkan ditengah perjuangan yang begitu sulit dan biaya yang cukup besar untuk membangun sebuah Bandara menelan biaya ratusan milyar rupiah dari APBD Kabupaten Bungo, APBD Provinsi Jambi dan dibantu  APBN kini  terkesan disia–siakan dan ketidak seriusan  Tim terpadu pemberantasan Penambang Emas Tampa Izin Kabupaten Bungo untuk menjaganya.

Tim terpadu sudah melakukan razia terkait aktifitas PETI di Bandara Bungo namun sangat disayangkan  hanya sebagian kecil mesin  penggali emas (Dompeng) saja yang ditemukan dan dibakar, sebagian besarnya sempat disembunyikan oleh pemiliknya, diduga sebelum Tim turun sudah bocor duluan Informasinya kepada para penambang

Selanjutnya beberapa hari pasca turunnya Tim Pemberantasan PETI di kawasan Bandara  tanggal 25 Maret 2016, pemantauan kembali kelokasi Bandara, disana terlihat masih ada puluhan PETI  aktif beroperasi seputaran pinggir landasan pacu pesawat. Melalui informasi beberapa  warga setempat  dan salah satu penambang sambil  berlari mengatakan bahwa pemilik PETI terdiri dari beberapa orang, beberapa diantaranya diduga yaitu  salah satu warga yang tinggal di Kelurahan Taman Agung, warga Tanjung Gedang  dan Warga Perumnas.

Beredar pula Informasi dugaan bahwa disaat Tim  turun terjadi negosiasi dengan oknum Tim tertentu apabila penambang atau pemilik  PETI tidak mau mesinnya dibakar oleh Tim harus menyetor sebesar Rp. 1.500.000,- /Unit di saat razia,  dan untuk setiap bulannya ada setoran upeti untuk oknum petugas diambil pada salah seorang pengurus yang dipercaya berasal dari salah satu Desa terdekat berinisial P.

Pasca demontrasi HMI Cabang Bungo tanggal 31 maret 2016 lalu yang menyampaikan aspirasinya pada Pemda menghasilkan komitmen memberantas Pelaku PETI dan akan mendirikan Pos penjagaan di kawasan lokasi Bandara.

Hasil ini diperoleh setelah perwakilan dari HMI dipersilakan masuk untuk dimediasikan di kantor Bupati yang di pimpin lansung oleh Bupati Bungo H.Sudirman Zaini,SH.MH dan dihadiri Unsur Muspida. Berdasarkan itu tanggal 5 April 2016 kembali memantau Kawasan Bandara pasca Demontrasi HMI Cabang Bungo, terlihat memang ada Pos penjagaan dan tidak ada aktivitas penambangan saat itu akan tetapi tidak berarti PETI akan berakhir karena dari pantauan terlihat puluhan PETI masih berada di Kawasan Bandara, sambil menunggu kelengahan Pemerintah Daerah  atau aman dari penjagaan.

Menurut salah satu warga sekitar yang tidak mau namanya disebut mengatakan bahwa untuk keamanan setiap pemilik PETI harus menyetor  pada oknum tertentu sebesar Rp.2.500.000,- /bulan/unit, sejak pos pengamanan didirikan ada wacana dari para penambang akan melakukan penambangan pada malam hari, selanjutnya juga diungkapkan bahwa baru saja dua hari selesai diraziakan pelaku penambangan kembali melakukan aktifitasnya.

Terkait Penambang Emas Tampa Izin (PETI) Kapolres Bungo AKBP Asep Amar Permana pada Bungo Pos tanggal 24 Maret 2016 yang mengatakan penindakan PETI saat ini hendaknya mempunyai solusi lain untuk Masyarakat, bisa saja membuka lapangan kerja baru agar warga yang terlibat memiliki penghasilan. Keadaan ekonomi Masyarakat saat ini  harga karet dan sawit turun jika ditindak Masyarakat  makan apa, begitulah pandangan Kopolres Bungo terhadap PETI yang semakin hari semakin marak dan menggila di Kabupaten Bungo. 

Keseriusan Pemerintah Daerah Bungo patut dipertanyakan terkait penindakan kasus PETI ini khususnya Tim Terpadu yang kembali kecolongan terkait aktifitas PETI di bandara bungo dan warga juga menanti solusi yang tepat agar warga jangan kembali lagi menjalankan penambangan emas yang sudah sangat jelas dinyatakan illegal oleh hukum. (TEAM)

Sumber : http://www.metrobutenews.com/2016/04/landasansan-bandara-bungo-terancam_9.html

Foto : metrobutenews.com

Sriwijaya akan Buka Rute di Bungo, Bupati Segera Bersihkan PETI Bandara

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Bupati Sudirman Zaini menyebut sudah mendapat kabar terbaru soal kemungkinan maskapai Sriwijaya Air membuka rute di Bandara Muara Bungo.

Sesuai regulasi, menurutnya Sriwijaya dinilai mencukupi syarat dengan memiliki lima pesawat, berbeda dengan Aviastar yang hanya memiliki dua pesawat.

"Mereka memiliki lima unit pesawat sehingga peluang untuk membuka rute di Bungo sangat besar, berbeda dengan aviastar yang hanya punya dua unit," kata Sudirman saat audiensi dengan mahasiswa beberapa hari lalu.

Karena itu Pemkab akan serius untuk membenahi semua kebutuhan di bandara, termasuk memberantas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di sekitaran area bandara yang dinilai sangat membahayakan bagi penerbangan.

Beberapa langkah diambil diantaranya dengan membangun pos jaga yang diisi petugas dari Pemkab, TNI dan Polri.

"Kita akan bangun posko di sana secepat mungkin, kemudian dijaga secara terpadu. Pokoknya kita ingin bandara bersih dari PETI, apalagi bangunan itu proyek yang menjadi ikon Bungo dengan alokasi anggaran ratusan miliar rupiah dari APBN dan APBD‎," sebut Sudirman.

Sementara sebelumnya, Kepala Bagian Keselamatan dan Keamanan Penerbangan Bandara Bungo, Widi Nugroho, menilai PETI yang berada di sekitar bandara mempengaruhi keamanan.

Sebenarnya, ada ketentuan soal aktivitas di sekitar bandara, minimal harus lima mil dari area bandara, namun aktivitas PETI yang ada di sana tak lebih dari satu mil. "Ini mengancam keamanan, karena jaraknya cuma sekitar satu mil," imbuh Widi.

Karena itu ia berharap agar aktivitas PETI di kawasan bandara dihentikan. Apalagi saat ini bukan hanya Sriwijaya, namun beberapa maskapai besar seperti Garuda Indonesia tengah survei untuk membuka jadwal penerbangan di Bandara Muara Bungo. ‎

Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2016/03/31/sriwijaya-akan-buka-rute-di-bungo-bupati-segera-bersihkan-peti-bandara

Foto : tribunjambi.com

Pemkab Bungo Kecewa Info Razia PETI Besar-besaran Bocor

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - ‎Kurang lebih 50 unit rakit dompeng milik Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) tertangkap oleh petugas‎ dalam razia gabungan Pemkab, TNI dan Polri di kawasan Bandara Muara Bungo, Kamis (17/3).

Namun demikian, razia ini dianggap masih belum optimal mengingat pelaku-pelaku PETI tak berada di lokasi karena diduga informasi razia sudah terlebih dahulu bocor.‎ Selain itu rakit PETI juga tak lagi bermesin.

Kecewa hasil tak maksimal disampaikan Kepala Bagian Sumber Daya Alam Pemkab Bungo, Suryawani, menurutnya aksi kemarin tidak sesuai dengan harapan dan tak juga sesuai dengan biaya yang telah dikeluarkan.

"Kita cuma berhasil menemukan rakit-rakit dompengnya saja, itu pun tidak bisa dibakar karena sebelumnya sudah disiram terlebih dahulu oleh pemilik, sementara mesinnya sudah tidak ada lagi, razia ini sepertinya bocor," kata Suryawani kecewa.

Ia menduga bocornya informasi razia itu terjadi beberapa hari sebelum pelaksanaan, mengingat untuk membongkar mesin dompeng tidaklah mudah, karena membutuhkan waktu satu sampai dua hari.

Padahal kata dia, rencana razia sudah sangat rahasia, pihaknya cuma mengirimkan surat kepada pihak Kodim dan Kepolisian, sementara pihak RT setempat semalam baru disampaikan. "Tapi masih saja bocor," keluh dia.

Atas bocornya rencana razia besar-besaran ini, Suryawani mengaku bingung dan masih belum tahu langkah apa yang akan diambil. Pastinya kata dia Pemkab akan berupaya semaksimal mungkin memberantas PETI dan merahasiakan waktu serta tempat.

"Kita akan coba lagi dengan benar-benar merahasiakan lokasi serta waktu razia. Tapi kita tidak j‎uga bisa menjamin apakah itu tidak bocor," tukasnya.

Di lain pihak, Dandim 0416 / Bute Letkol Inf Edi Budiman juga menduga razia yang dilakukan kemarin sudah bocor, petugas gabungan cuma bisa membakar sekitar 20 unit Peti yang telah ditinggalkan pemiliknya.

Ke depan ia menyebut akan melakukan razia secara dadakan agar pelakunya juga bisa ikut diamankan.

"Kami sangat mengecam akitvitas PETI yang selama ini sudah merusak alam dan juga habitat makluk hidup di sungai, apalagi ini wilayah aktivitas PETI masuk ke dalam area bandara," tukas Dandim.

Daerah sekitar bandara kata dia merupakan objek vital, seharusnya semua pihak menjaga. "Kita harus jaga bersama karena ini merupakan aset kita," pungkasnya.

Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2016/03/17/galeri-foto-pemkab-bungo-kecewa-info-razia-peti-besar-besaran-bocor

Foto : tribunjambi.com

Bukit-bukit Dekat Bandara Bungo Memberi Pengaruh saat Take-Off

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - ‎Berada di antara beberapa bukit yang cukup menjulang tinggi, ternyata diakui memberi pengaruh terhadap pesawat untuk take-off di Bandar Udara Bungo.

‎Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Keselamatan dan Keamanan Penerbangan Bandara Bungo, Widi Nugroho, saat membicarakan soal keberadaan bukit di area bandara, Kamis (17/3).

Karena itu, ada rencana melakukan koordinasi dengan Pemkab untuk membicarakan hal tersebut, dengan harapan ke depan dilakukan pemangkasan terhadap beberapa bukit di sekitar bandara.

‎"Itu berpengaruh saat pesawat lepas landas, terutama pesawatkecil. Karena itu ada rencana bakal ada pemangkasan," kata Widi.

‎Dengan adanya bukit tersebut memunculkan tekanan udara yang berbeda dengan kawasan landai seperti di Bandara Sultan ThahaJambi.

"Kalau pesawat besar tidak terlalu. Biasanya pesawat kecil, tapi tergantung dengan pilot yang membawa juga sih," tukasnya.

Selain bukit, Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang berada di sekitar bandara juga mempengaruhi. Ini kaitannya dengan keamanan.

Sebenarnya, ada ketentuan soal aktivitas di sekitar bandara, minimal harus lima mil dari area bandara, namun aktivitas PETI yang ada di sana tak lebih dari satu mil.

"Ini mengancam keamanan, karena jaraknya cuma sekitar satu mil," imbuh Widi.

Karena itu ia berharap agar aktivitas PETI di kawasan bandara dihentikan. Apalagi saat ini beberapa maskapai besar sudah survei untuk membuka jadwal penerbangan di Bandara Bungo. ‎

Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2016/03/17/bukit-bukit-dekat-bandara-bungo-memberi-pengaruh-saat-take-off

Sudirman: Aviastar Bermasalah Izinnya

MUARA BUNGO - Bupati Bungo, H Sudirman Zaini, mengatakan meski kabut asap sudah berhenti, namun pesawat Aviastar tak kunjung mendarat. Ini disebabkan karena persoalan izin.

‘’Namun, kami sudah membuka solusi agar penerbangan kembali lancar. Komunikasi sudah tersambung dengan dua maskavai swasta nasional, Sriwijaya Air dan Lion Air. Meraka sudah mengatakan sangat tertarik. Mudah-mudahan kita bisa secepatnya," paparnya.

Bicara penumpang, akunya, potensinya terbilang cukup besar. Pasalnya Bandara Muara Bungo menjadi tumpuan bagi penumpang dari kabupaten. Yakni Kabupaten Bungo, Tebo, Merangin, Sarolangun, dan Dhasmasraya (Sumbar).

Terpisah, Ketua DPRD, Ria Mayang Sari mengatakan kontrak dengan maskapai Avistar memang sudah berakhir. ‘’Kita sudah putus kontrak dengan pesawat Aviastar . Kita akan kerjasama dengan Lion dan Garuda. Tapi yang sudah MoU dengan kita itu Sriwijaya," ujar Mayang seraya menegaskan, soal subsidi harga tiket, ia mengatakan sejauh ini tak ada rencana. Pada APBD 2016 juga tidak ada rencana menganggarkan subsidi harga tiket.

(hnd)

Sumber : http://www.jambiekspresnews.com/berita-20744-sudirman-aviastar-bermasalah-izinnya.html

Pihak Bandara Tunggu Jarak Pandang Capai 5.000 Meter

MUARA BUNGO – Setelah beberapa kali diguyur hujan, asap tebal yang menyelimuti udara kabupaten Bungo beberapa bulan terakhir kini akhirnya mulai menghilang. Bahkan jarak pandang juga semakin membaik, saat ini sudah mencapai 1.500 meter.

Dengan cuaca dan jarak pandang yang terus membaik, dalam waktu dekat Bandara Muara Bungo yang sudah tidak beroperasi dalam dua atau tiga bulan terakhir, dalam waktu dekat diprediksi akan kembali bisa membawa penumpang seperti biasanya.

Kasubsi Keselamatan Penerbangan Bandara Bungo Widi Nugroho, kepada wartawan menyampaikan hal tersebut. Dikatakannya, pasca diselimuti kabut asap aktifitas penerbangan di Bandara Bungo lumpuh total. Akan tetapi dia memprediksi, dengan hujan yang turun beberapa waktu terakhir membuat kondisi udara dan jarak pandang mulai berangsur membaik.

“Alhamdulilah cuaca sudah mulai membaik, kami sudah memberikan informasi kepada pihak maskapai tentang perkembangan kondisi cuaca, namun, pihak maskapai akan melakukan survey terlebih dahulu apakah sudah layak landing apa belum,” tuturnya, Senin (2/11).

Dijelaskannya, untuk aktifitas penerbangan jarak pandang minimal 5000 meter, dan untuk saat ini di Bungo jarak pandang diperkirakan sudah mencapai 1500 meter. Jika hujan turun secara terus menerus dengan merata di provinsi Jambi maka dalam waktu dekat aktifitas penerbangan sudah bisa kembali normal.

“Kalau terus turun, kemungkinan satu minggu kedepan bandara Bungo kembali melayani penumpang. Tapi kita masih menunggu hasil survey pihak maskapai ke Bungo,” tuturnya kembali.

Katanya lagi, akibat tidak bisa melayani penumpang sejak tiga bulan terakhir, Bandara Muara Bungo mengalami kerugian yang cukup besar. “Mungkin angkanya mencapai miliaran rupiah,” bebernya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan panjang landasan pacu Bandara Muara Bungo saat ini, dalam waktu dekat akan ada due jenis maskapai baru yang akan masuk ke Bandara Bungo. “Rencananya Sriwijaya Air dan Garuda Air Lines akan masuk ke Bungo, mereka sudah melakukan survey ke bandara kita,” tandasnya.

(ira/tan)

Sumber : http://www.buteekspres.com/berita/detail/2880/asap-menipis-pesawat-segera-terbang-lagi/#.VjhFmWYxdoM

Foto :LENGANG: Situasi di terminal Bandara Muara Bungo yang nampak lengang akibat lumpuhnya penerbangan dalam tiga bulan terakhir (buteekspres.com )

Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Normal

Laporan wartawan Tribun Heri

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Sudah tujuh pesawat dari tigamaskapai yang mendarat di bandara Sultan Thaha Jambi, Minggu (1/11) hingga sore pukul 17.00 WIB. Tiga pesawat yang mendarat dari maskapai Lion Air, Citilink, dan Garuda Indonesia. Pesawat mendarat mulai pukul 11.55 hingga sore hari.

"Yang dari Jakarta ke Jambi mendarat pukul 11.55 sampai pukul 13.54 dan nanti mau masuk lagi dua penerbangan dari Lion Air," kata Rama petugas Terminal Operation. Siswadi penumpang tujuan Jakarta awalnya berniat terbang melalui Palembang setelah mengetahui jarak pandang di bandara Sultan Thaha membaik. Ia mengaku mendapatkan informasi dari media cetak.

"Sebagai penumpang sebenarnya sempat terganggu dengan adanya kabut asap dan alhamdulilah sekarang lancar. Padahal sebelumnya harus lewat darat," kata Siswadi. Dedi yang juga ingin ke Jakarta mengaku bisa berbahagia dengan mulai lancarnya penerbangan di Jambi. Ia ingin ke Jakarta untuk kegiatan kantornya. "Semoga lancar terus sehingga perjalanan jauh enggak terganggu," ujar Dedi.

Tak hanya penumpang yang lega dengan lancarnya penerbangan di bandara tapi juga pedagang. Misalnya, Diah yang sudah dua bulan lebih tidak berjualan, namun kali ini ia mulai berjualan kembali. "Lumayanlah pertama jualan ini," ungkap Diah. (har)

Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2015/11/01/penerbangan-di-bandara-sultan-thaha-normal

Foto : ilustrasi

Garuda belum Buka Rute Baru Bungo-Jakarta

foto:google.com
Laporan wartawan Tribun Heri Prihartono
  TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Setelah kabut asap berakhir, pihak maskapai Garuda Indonesia belum berencana membuka rute baru. Hal ini seperti dikatakan Station Manager Garuda Permadi. Sebelumnya, Garuda sempat berencana membuka rute Bungo - Jakarta, namun hingga saat ini menunggu armada pesawat.
Padahal dari sisi bandara sebenarnya sudah siap, dengan sudah adanya maskapai lain terbang dengan rute yang sama. " Mungkin 2016 bisa terealisasi," kata Permadi kepada Tribun, Minggu kemarin.
Bahkan rencana rute dari Jambi menuju Batam dialihkan ke rute lain lebih potensial. Sebenarnya menurut Permadi dalam penerbangan normal tingkat isian pesawat rerata 78 persen. Bahkan rute transit seperti Jogjakarta hingga Surabaya menjadi bidikan penumpang dari Jambi. (har)
 Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2015/10/25/garuda-belum-buka-rute-baru-bungo-jakarta
 Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Kemenhub Bekukan Penerbangan Berjadwal AviaStar

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membekukan dua maskapai penerbangan yakni PT Aviastar Mandiri untuk penerbangan berjadwalnya dan PT Tri MG Intra Asia Airlines untuk penerbangan tidak berjadwalnya. Pembekuan itu berlaku per 1 Oktober 2015 lalu.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Suprasetyo, dalam konferensi pers di Kementerian Perhubungan, Selasa (6/10/2015), pembekuan maskapai Aviastar dilakukan karena tak memenuhi syarat kepemilikan pesawat bagi badan usaha angkutan udara niaga berjadwal yaitu 10 pesawat dengan rincian 5 pesawat dengan status dimiliki dan 5 pesawat dengan status dikuasai atau sewa.

Saat ini kata dia, untuk penerbangan berjadwal, Aviastar hanya memiliki 3 pesawat. Rinciannya, 1 pesawat dimiliki dan dan 2 lainya dikuasai atau sewa.

Meski penerbangan berjadwal Aviastar dibekukan, maskapai itu masih bisa beroperasi di penerbangan tidak berjadwal karena telah memenuhi syarat kepemilikan pesawat dan kecukupan modal. 

Sementara untuk PT Tri MG Intra Asia Airlines, alasan pembekuan lantaran maskapai itu tak memenuhi syarat kepemilikan pesawat bagi badan usaha angkutan udara niaga tidak berjadwal yaitu 3 pesawat dengan 1 dimiliki dan 2 lainya dikuasai.

Saat ini, Tri MG Intra Asia Airlines hanya memiliki 2 pesawat untuk penerbangan tidak berjadwal. Hal itu tak memenuhi syarat kepemilikan pesawat niaga tidak berjadwal. Namun, Tri MG Intra Asia Airlines masih bisa beroperasi di penerbangan berjadwal karena memenuhi syarat kepemilikan pesawat dan kecukupan modal.

Kemenhub memberikan tenggang waktu satu bulan kepada dua maskapai itu bila ingin kembali beroperasi. Syaratnya, kedua maskapai mesti memenuhi syarat kepemilikan pesawat yang diatur sesuai Pasal 118 ayat 1 Undang-undang Nomer 1 Tahun 2009 Tentang penerbangan, dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomer PM 97 tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanan Kepemilikan dan Penguasaan Pesawat Udara.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/10/06/223528026/Kemenhub.Bekukan.Penerbangan.Berjadwal.AviaStar

Lima Tahun Lagi Bandara Muara Bungo Amblas

MUARABUNGO — Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) makin merajalela di Kabupaten Bungo. Aktivitas ilegal itu bukannnya tidak diketahui aparat keamanan. Penambangan kini dilakukan terang-terangan di sejumlah lokasi.

Kondisi terparah, aktivitas PETI dilakukan tepat disamping objek vital, Bandara Muara Bungo, yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Bandara itu terancam amblas akibat maraknya PETI di sekitarnya.

Ketua Yayasan Amdal Indonesia (YAI) Perwakilan Bungo, Very, menegaskan, jika aktivitas PETI itu terus berlanjut, Bandara Bungo yang menjadi ikon Bungo akan amblas tergerus.

“Faktanya begini, sisi kiri dan kanan bandar dipenuhi aktivitas PETI. Itu sudah berlangsung bertahun-tahun. Tanah di sekitarnya terus digerus. Pada bagian bandara, yang di tengah, saya pastikan akan habis,” ujar Very.

Parahnya lagi, Very berani menjamin, lima tahun lagi Bandara Bungo bakal runtuh akibat aktivitas PETI. Tahun 2020 dampak itu bisa dibuktikan.

“Lihat saja nanti tahun 2020. Kalau tidak terjadi apa yang saya bilang sekarang, kalau saja itu terus dibiarkan,” kata Very. (infojambi.com/FRENGKI SAWITRA)

Sumber: infojambi.com 

Foto: infojambi.com

 
.
.
Hotel+di+Muara+Bungo
handphone-tablet

Peralatan Elektronik dan Gadget Pilihan dari Toko Online Terpercaya

Gadget Unik - Jual Beli Aman
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>