Headlines News :

.

.

.

makanan ringan
BelajarInggris.Net 250x250

Telepon Penting

Penjagaan Polres 110 atau 0747-2211
Satuan Lalu Lintas 0747-21144
Polsek Kota 0747-7002080
Satpol PP 0747-21651
IGD RSU Muara Bungo 118 atau 0747-21314, 0747-323493 ext 267
Pemadam Kebakaran 113 atau 0747-22199
Gangguan PDAM 0747-322622
Gangguan PLN 123 atau 0747-21046
Tampilkan postingan dengan label Perampok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perampok. Tampilkan semua postingan

Supardi Ditodong Pistol Lalu Diikat di Batang Karet

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH -- Aksi perampokan terhadap sopir travel plat hitam kembali terjadi di kota Prabumulih. Kali ini giliran Supardi bin M Yusuf (24) warga Sungai Pinang Kecamatan Bungo Dani kota Muara Bungo Provinsi Jambi, menjadi korban aksi perampokan kawanan bandit, Rabu (13/4/2016) sekitar pukul 02.00 WIB.

Supardi yang merupakan sopir mobil travel carter itu dirampok ketika hendak mengantar tiga kawanan rampok yang menyamar menjadi penumpang dari Provinsi Jambi dengan tujuan kota Baturaja Kabupaten OKU. Korban dirampok dengan caraditodong menggunakan senjata api. Selanjutnya oleh tiga pelaku, korban ditinggal dan diikat di batang karet di sebuah kebun warga di kawasan Desa Karangan tak jauh dari Fly Over Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) kota Prabumulih.

Usai meninggalkan korban dalam keadaan terikat, kawanan pelaku lalu kabur dengan membawa mobil jenis Toyota Avanza warna silver yang dikemudikan korban. Beruntung korban berhasil melepaskan diri dari ikatan tali ditangan dan bekapan di mulut, hingga akhirnya meminta pertolongan warga.

Selanjutnya sekitar pukul 04.00 WIB dengan bantuan warga, korban melaporkan peristiwa dialaminya ke Polsek Rambang Kapak Tengah.

Peristiwa perampokan bermula ketika korban mendapat orderan untuk mengantarkan penumpang dari Provinsi Jambi dengan tujuan kota Baturaja Kabupaten OKU. Setelah melakukan negosiasi masalah harga, korban kemudian mengantarkan tiga pelaku pencurian dengan kekerasan yang menyamar menjadi penumpang itu menuju kota Baturaja.

Belum sampai di Baturaja atau sekitar pukul 01.00 tiga penumpang turun di Prabumulih dan kemudian berganti penumpang baru dari Prabumulih hendak ke Baturaja dengan alasan para penumpang teman tiga penumpang sebelumnya serta akan membayar ongkos.

Namun lantaran curiga dan takut tidak dibayar, korban enggan berangkat menuju Baturaja tetapi kemudian satu dari penumpang yang dibawa dari Jambi kembali naik mobil untuk meyakinkan korban. Korban yang polos lalu melajukan perjalanan. Naas ketika berada di lokasi kejadian tepatnya di kawasan Desa Karangan tak jauh dari fly over Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) kota Prabumulih, satu diantara pelaku menodongkan senjata api dan meminta korban menghentikan mobil. Mendapat pengancaman itu, korban lalu takut dan menghentikan mobil.

Selanjutnya, tiga pelaku yang melihat korbannya ketakutan lalu menurunkan Supardi dan mengikat korban di pohon karet yang ada di TKP. Usai mengikat korban, kawanan pelaku lalu kabur dengan membawa mobil Toyota Avanza warna silver yang sebelumnya dikemudikan korban.

"Sekitar pukul 04.00 WIB korban dapat melepaskan diri dan melapor ke Polsek Rambang Kapak," ungkap KapolresPrabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP melalui Wakapolres, Kompol FX Irwan Arianto SIK didampingi Kasatreskrim, AKP Bagus Adi Suranto SIk kepada wartawan.

Irwan mengatakan, atas kejadian itu pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan menyelusuri jejak para pelaku. "Tim buser langsung kita terjunkan melakukan penyelidikan dan menggali informasi termasuk memeriksa korban, kita akan terus kawanan pelaku," tegasnya.

Wakapolres mengatakan, pihaknya tidak henti-hentinya menghimbau, seluruh sopir travel atau pemilik mobil untuk berhati-hati dan lebih memilih saat mencari penumpang, terlebih saat ini perampokan sopir travel dilakukan kawanan dengan modus menyamar menjadi penumpang.

"Para sopir hendaknya waspada, jangan hanya memikirkan uang sedikit tapi keselamatan terabaikan, kita harap selalu waspada dan lebih cermat serta hati-hati memilih penumpang," harapnya.(eds/TS)

Sumber : http://palembang.tribunnews.com/2016/04/14/supardi-ditodong-pistol-lalu-diikat-di-batang-karet

Disaksikan Warga, Kawanan Perampok Bersenpi Beraksi di Bungo

Ilustrasi
MUARA BUNGO - Kawanan perampok bersenjata api (senpi) Sabtu (31/10) sore tadi beraksi di Dusun Tepian Danto, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo. Korbannya adalah seorang tauke karet yang bernama H Yahya.

M Amin, salah seorang warga mengatakan, pelaku yang berjumlah enam orang datang dengan mengendarai tiga unit sepeda motor. Sesampainya di kediaman korban, pelaku tidak langsung masuk, melainkan menunggu di depan pintu gerbang layaknya tamu.

Pada saat bersamaan, anak dan istri korban pulang dari pasar. Mengetahui yang datang adalah anak dan istri korban, pelaku langsung menodongkan senpi dan memaksa untuk dibukakan pintu.

Setelah pintu gerbang dibuka, keenam pelaku langsung masuk ke halaman rumah korban. Selanjutnya, tiga orang pelaku masuk ke dalam rumah, sedangkan tiga lainnya berjaga di luar.

Lebih lanjut Amin mengatakan, mengetahui adanya aksi perampokan tersebut, warga langsung mendatangi lokasi kejadian. Namun warga tidak berani mendekat, karena pelaku membawa senpi. Dikatakan Amin, warga hanya bisa melihat dari kejauhan saat kawanan perampok tersebut beraksi.

BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat
"Seluruh warga dusun hanya biso menyaksikan dari jauh saat perampok beraksi di rumah Pak Yahya," ujar Amin.

Lebih lanjut Amin mengatakan, aksi perampokan tersebut berlangsung sekitar setengaj jam. Setelah beraksi, kata Amin, kawanan perampok langsung kabur ke arah Dusun Pulau Batu.

"Seluruh jalan sudah kami tutup, tapi mereka (perampok, red) lewat Dusun Pulau Batu keluarnyo. Setelah itu polisi baru datang," tandasnya.

Penulis: Hamid
Editor: Ikbal Ferdiyal

Sumber:http://metrojambi.com/read/2015/10/31/4915/disaksikan-warga-kawanan-perampok-bersenpi-beraksi-di-bungo
 Ad

Perampok Toko Emas di Bungo Dibekuk di Bakauheni

Ilustrasi: tersangka dan barang bukti perampokan dan pembunuhan Foto:tribunjambi.com
TRIBUNJAMBI.COM -  Polsek Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel), membekuk dua anggota kawanan rampok spesialis toko emas. Keduanya merupakan target operasi jajaran Polres Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

Mereka adalah Sobari (52), warga Sekayu; dan Maryono, warga Ilir Barat, Palembang. Petugas mengamankan keduanya di dalam bus jurusan Jakarta-Bengkulu pada Selasa (18/8) malam.
Kapolsek Penengahan AKP Mulyadi Yakub menjelaskan, SB dan MY adalah buronan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di daerah Muba. "Berdasarkan data, keduanya beraksi terakhir kali di sebuah toko emas di Pasar Muba pada awal Januari 2015," ujarnya, Rabu (19/8).
Dalam aksinya, Sobari dan Maryono menggunakan sepeda motor dan bersenjata api. Mereka biasanya beraksi pada siang hari. Kawanan yang totalnya berjumlah enam orang ini, berhasil menggasak perhiasan senilai Rp 1,3 Miliar.

"Polres Muba berkoordinasi dengan Polres Lamsel, menyebar foto para pelaku di titik-titik tertentu untuk penangkapan. Seperti, di jalur penyeberangan Bakauheni," kata Mulyadi.
Tertangkapnya dua anggota kawanan rampok ini, berkat laporan warga di Bakauheni yang curiga terhadap gerak-gerik Sobari dan Maryono. Sebab, keduanya sudah sekitar 20 hari berada di daerah Bakauheni.

"Saat operasi Pam Rawan, kami melihat keduanya berada di dalam bus jurusan Jakarta-Bengkulu. Wajah keduanya mirip dengan foto para pelaku perampokan yang disebar oleh Polres Muba. Keduanya lalu diamankan ke Mapolsek Penengahan," ia menjelaskan.

Sobari dan Maryono mengakui mereka bagian dari kawanan pelaku perampokan di daerah Muba. Sobari mengaku baru empat kali melakoni aksi perampokan. Sedangkan Maryono mengaku baru satu kali terlibat dalam perampokan toko emas di Muara Bungo, Jambi.

"Saya mau pulang ke rumah. Sudah 20 hari di Bakauheni," ujar Sobari sembari menyatakan tidak sedang melakukan "pemetaan" untuk melancarkan aksi perampokan di Bakauheni.
Setiap usai merampok, Sobari bersama lima rekannya hanya mendapat jatah Rp 3,5 juta dari seseorang bernama Murni selaku pimpinan kawanan. "Murni dan Herman, sama teman-teman yang lain sudah diamankan. Sekarang di LP (Lembaga Pemasyarakatan) Muba. Den tewas ditembak," katanya.
Saat ini, Polsek Penengahan masih menunggu jajaran Reskrim Polres Muba yang akan menjemput keduanya. Mulyadi menjelaskan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Polres Muaro Bungo, Jambi, lantaran keduanya juga pernah beraksi di daerah tersebut.

Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2015/08/19/perampok-toko-emas-di-bungo-dibekuk-di-bakauheni


Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Toke Karet di Bungo Dirampok, Rp 420 Juta Raib

JAMBIUPDATE.COM. MUARABUNGO-Warga Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Bungo yang berprofesi sebagai seorang toke karet, Sofyan Hadi (35), dirampok. Uang miliknya senilai Rp 420 juta raib. Ceritanya, Sofyan ditemani sopirnya Antoni (33), mencairkan uang di Bank Mandiri Sungai Rumbai  Kamis siang (9/7).
Saat memacu mobil Pajero Sportnya dari Sungai Rumbai menuju salah pabrik karet yang ada di Sirih Sekapur, Sofyan tiba-tiba menghentikan kendaraannya karena kondisi ban mobil yang telah kempes. Tepatnya di Tukum 2 kilometer 57, mobil dihentikan karena ban belakang sebelah kiri terasa kempes dan berniat mengganti ban tersebut. Keduanya turun dari mobil dengan kondisi mesin mobil tetap dalam keadaan hidup.

Ketika keduanya sibuk mengganti ban mobil, saat itulah maling yang diperkirakan telah mengincar korban sejak dari Sungai Rumbai ini beraksi. Uang dalam dua tempat yakni, tas dan kantong kresesk senilai Rp 458 juta dengan leluasa digondol pelaku, karena pintu mobil dalam keadaan tidak terkunci.

“Saat itu kami berdua tengah sibuk mengganti ban mobil karena kempes. Belum sempat diganti, ada orang berteriak yang mengatakan maling, sehingga membuat kami menghentikan kerjaan,” aku Antoni.

Sofyan Hadi ketika akan membuat laporan ke Mapolsek Jujuhan Kabupaten Bungo mengungkapkan, bahwa kejadian itu sangat cepat. Sehingga ia dan sopirnya tidak bisa berbuat banyak, dan kondisi saat itu juga cukup sepi meski lokasinya berada dalam lingkungan penduduk.

“Uang saya itu hampir 500 juta. Yang tersisa tinggal 38 juta. Kejadiannya sangat cepat dan kami berdua tidak tahu ada maling itu kalau tidak ada yang berteriak,” ungkap Sofyan.

Terpisah, AKBP Bayu Aji Kapolres Bungo saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Untuk kasus tersebut ditangani Polsek Jujuhan yang di backup oleh Polres Bungo,“pungkasnya.
(hnd)

Sumber : http://jambiupdate.com/artikel-toke-karet-di-bungo-dirampok-rp-420-juta-raib-.html

Sempat Menembak ke Udara, Ini Kronologis Pembegalan Warga Kuamang Kuning

JAMBIUPDATE.COM, MUARABUNGO-Ferdiansyah (20) warga Kuamang Kuning Unit 18, harus kehilangan sepeda motor Yamaha Vixion miliknya, setelah dirampok di Desa Tanjung Menanti siang tadi (6/7).

Saat ditemui di mapolsek Bathin II Babeko Ferdiansyah mengatakan, Kejadian bermula saat korban berangkat kerja ke Rimbo Bujang dengan menggunakan sepeda motornya dengan jenis Yamaha Vixion, sesampai dilokasi kejadian korban di pepet dua sepeda motor yang berjumlah 3 orang.

Dikatakannya, sebelum sepeda motor korban di pepet, salah satu dari pelaku yang memiliki senjata api melakukan tembakan keatas, karena merasa takut korban menghentikan laju sepeda motornya, selanjutnya korban disuruh turun lalu sepeda motor korban dibawa kabur oleh pelaku. Selanjutnya, korban dibantu warga melaporkan kejadian tersebut kemapolsek Bathin II Babeko.

"Saya dari Kuamang Kuning, hendak berangkat kerja ke Rimbo Bujang bg, sampai dilokasi kejadian sepeda motor saya dipepet oleh dua sepeda motor yang berjumlah 3 orang, salah satu dari mereka melakukan tembakan keatas dengan menggunakan senjata api satunya lagi merampas sepeda motor saya, karena takut, terpaksa saya serahkan." Ucapnya. (hnd)

Sumber : http://jambiupdate.com/artikel-sempat-menembak-ke-udara--ini-kronologis-pembegalan-warga-kuamang-kuning.html

Foto : ilustrasi, jambiupdate.com

Hati-hati!! Ini Modus Perampokan Karyawan PT Arifindo

JAMBIUPDATE.COM, MUARABUNGO – Senin (30/3) pukul 14.00 WIB, karyawan PT Arifindo, Ahmad Setiawan (22) menjadi korban perampokan di sekitaran Desa Sebrang Jaya, Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo.

Kapolsek Pelayang, IPTU Rasiman mengatakan modus yang dilancarkan pelaku dalam aksinya berpura-pura untuk menjadi rekan bisnis. Padahal korban belum mengenal pelaku.

” Pelaku mengajak korban bekerja sama untuk berlangganan pulsa. Karena tidak menaruh rasa curiga, korban percaya saja kepada pelaku,” kata Kapolsek, kepadajambiupdate.com, Selasa (31/3).

Tidak lama kemudian, kata IPTU Rasiman, pelaku mengajak korban kerumahnya. Namun, sesampai di tempat sepi, pelaku menodong korban dengan senjata tajam, dan meminta semua uang yang berjumlah Rp20 juta danhandphone milik korban.

Karena takut dan dibawah ancaman senjata tajam, korban mengikuti semua permintaan pelaku, setelah menggasak uang dan handphone milik korban, pelaku segera melarikan diri. Korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pelayang.

“Saat ini kita melakukan pengejaran, pelaku juga sudah kita ketahui identitasnya,” tandasnya.

(hnd)

Sumber: http://jambiupdate.com/artikel-hatihati-ini-modus-perampokan-karyawan-pt-arifindo.html

Ditembak, Perampok Tersungkur


ilustrasi. foto: radarpena.com
JAMBI - Soleh (29), warga Muko Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, Jambi ditembak jajaran Polsek Muko Muko, Polres Bungo. masalahnya, perampok yang sudah menjadi target ini berupaya melarikan diri dari sergapan kepolisian. Ini dikatakan Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah.

Menurut Almansyah, Soleh memang sudah menjadi target kepolisian karena pelaku terlibat beberapa kasus kejahatan yang dilaporkan ke Polsek Muko Muko. Di antaranya, tiga kasus pemerasan dan satu kasus perampokan. "Pelaku ini terlibat beberapa kasus laporannya ada empat," ungkapnya, Sabtu (21/2).

Dia menjelaskan, Soleh ditangkap, Kamis (18/2) lalu, sekitar pukul 23.00 WIB, saat tengah menonton televisi di rumah salah seorang warga. Awalnya, Soleh tidak melakukan perlawanan saat ditangkap. Namun pada saat akan dimasukkan ke dalam mobil, Soleh melawan dan berupaya melarikan diri.

Sebelum dilumpuhkan, kepolisian sempat mengeluarkan tembakan peringatan, tapi tembakan peringatan itu tidak diindahkan. Akhirnya, terpaksa dilakukan tindakan tegas. "Sudah diberi peringatan, tapi masih saja berupaya kabur. Makanya, ia dilumpuhkan dengan tembakan di kakinya," jelasnya sebagaimana diberitakan Jambi Independent (harian satu grup dengan RadarPena.com di WSM Media Center).

Lebih lanjut Almansyah mengatakan, setidaknya ada empat aksi kejahatan yang diduga melibatkan Soleh. Pertama, kasus pemerasan sesuai dengan laporan Nomor LP/B/16/IX/2014/Res Bungo/Sek Muko Muko tanggal 21 September 2014 dengan korban Sugeng.

Kemudian kasus pemerasan sesuai dengan laporan Nomor LP/B/21/XI/2014/Res Bungo/Sek Muko Muko tanggal 12 November 2014 dengan korban Sadam Husen. Selanjutnya kasus perampokan sesuai dengan laporan nomor LP/B/514/XII/2014/Res Bungo tanggal 3 Desember 2014 dengan korban Suen Pri.

Terakhir adalah kasus pemerasan sesuai dengan laporan nomor LP/B/10/II/2015/Res Bungo/Sek Muko Muko tanggal 16 Februari 2015 dengan korban Teguh. Untuk menangani kasus ini Polsek Muko Muko akan berkoordinasi dengan Polres Bungo. "Saat ini tersangka diamankan di Mapolsek Muko-Muko," katanya.

Editor: gatot

Sumber: http://radarpena.com/read/2015/02/22/15988/24/2/Ditembak-Perampok-Tersungkur

Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Rampok Bermasker Sikat Rp 120 Juta

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin

MUARA TRBO, TRIBUN - Pelaku kejahatanan semakin berani bertindak. Mereka bahkan terang-terangan beraksi mengincar para korbannya.

Seperti pada Minggu (21/12). Sekitar pukul 20.30, tindak pidana pencurian dengan kekerasan terjadi di Kabupaten Tebo, yakni di perbatasan Kecamatan Rimbo Bujang dan Rimbo Ulu.

Korbannya adalah Triyono bin Ahmad Kunting (35 tahun). Ia dirampok di rumahnya, Jalan Citandui RT 27 RW 07 Desa Wanareja, Rimbo Ulu.

Saat kejadian, Triyono ada dalam rumah bersama istrinya, Triyani (31). Satu orang lainnya yang bersama mereka adalah Lilid Junianto, warha Sungai Rumbai yang bekerja pada keluarga Triyono.

Saat itu mereka sedang menghitung dan merekap pembelian getah karet. Tiba-tiba datang empat orang pria tak dikenal. Mereka langsung masuk ke dalam rumah Triyono.

Mereka menggunakan masker penutup wajah. Sehingg mereka sulit dikenali oleh para korbannya. Satu diantara merek langsung menodong ketiga korban dengan senjata api.

Senjata api diarahkan kepada Triyani. Satu pelaku lainnya memukul kepala Triyono. Tk sekedar memukul, Triyono juga ditendang oleh pelaki. Lilis juga tak luput dari terjangan mereka.

Rupanya keluarga Triyono memang sudah diincar. Para pelaku tahu ada uang tunai di rumah itu. Mengancam akan membunuh, para pelaku memaksa mereka menyerahkan seluruh uang yang ada.

Tak butuh waktu lama mereka beraksi. Tak ad pilihan lain, demi keselamatan mereka, korban pun menyerah. Uang tunai Rp 120 juta pun berpindah tangan.

Uang mendapatkan hasil jarahan, para pelaku langsung melarikan diri. Menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion, Suzuki FU, dan Jupiter, mereka kabur ke arah Unit IX Rimbo Ulu.

"Kita langsung mengejar pelaku dan kordinasi dengan jajaran kepolisian di daerah lain. Tetangga korban bernama Mustofa juga kita mintai keterangannya sebagai saksi," ujar Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Ridwan Hutagaol, Senin (22/12).

Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2014/12/23/rampok-bermasker-sikat-rp-120-juta

Kaca Mobil Dipecah, Uang Rp 98 Juta Raib

MUARABUNGO - H Zainal Abidin, salah seorang warga Dusun Tebing Tinggi Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo menjadi korban pencurian. Senin (04/08) sekitar pukul 13.25 WIB siang tadi. Kejadian ini terjadi di Jalan Seroja, Kelurahan Pasar Muara Bungo, tepatnya di depan toko Levis. Aksi peruncian ini diketahui saat anak korban
melihat kaca mobil Suzuki Ertiga milik korban yang pecah.
Melihat keadaan tersebut korban lalu baru mengetahui uang hampir seratus juta miliknya sudah raib. Uang berhasil digondol maling. 
Korban yang merupakan toke karet ternama di dusunnya tersebut diketahui baru usai melakukan penarikan uang Rp 98 juta rupiah dari bank. Setelah itu, korban bersama keluarga mampir di pasar untuk berbelanja dan singgah makan siang. Namun, naas bagi korban uang itu raib dan sampai saat ini belum diketahui pelakunya.  
Reporter : Tony Hendra
Sumber: http://dinamikawarta.com/berita-1333-kaca-mobil-dipecah--uang-rp-98-juta-raib.html
Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Tembak Mati DPO Perampokan, Polres Bungo Didenda Adat Bayar Rp 20 Juta


MUARA BUNGO - Buser Polres Bungo menembak mati buronan kasus perampokan, Yusuf, 35 tahun, warga Dusun Dusun Dusun Lubuk Landai, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas. Yusuf ditemba
k karena dia menembak polisi saat hendak ditangkap.
Namun, gara menembak buronan ini Polres justru kena denda adat. Denda ini disepakati dalam pertemuan antara perwakilan massa, tua tengganai, dan rio Dusun Lubuk Landai dengan Polres Bungo. Pertemuan dilangsungkan di Kantor Polres Bungo, Rabu (11/6/2014) petang.
Pertemuan dilakukan untuk menghindari amuk ratusan warga Dusun Lubuk Landai yang tidak terima atas penembakan Yusuf.
Kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut, Polres Bungo membayar denda adat seekor kerbau yang dihargai Rp 9 juta. Selain itu, Polres membayar selemak semanis dan kain 64 gabung. Total denda yang harus dibayar jika diuangkan mencapai hampir Rp 20 juta. Polres juga membiayai pemakaman Yusuf dan tahlilan selama 7 malam.
Meski sudah tercapai kesepakatan, massa yang sempat tertahan di simpang Tanah Sepenggal akhirnya tetap mendatangi Polres Bungo. Beruntung, polisi yang berjaga-jaga tidak terpancing dan akhirnya massa pun bubar.

Sumber: http://www.berita3jambi.com/?/baca/7437/

Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Dua Perampok di Bungo Masih Diburu


TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO – Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Erni Sitinjak mengatakan, dua orang pelaku perampokan di Kuamang Kuning, Kecamatan Pelepat Ilir, masih diburu. Keduanya berinisial G dan A. Dimana G merupakan residivis kambuhan yang pada 2011 lalu juga pernah ditangkap oleh Satreskrim Polres Tebo dalam kasus pencurian mobil truk.
foto: tribunjambi.com
“Petunjuk cukup jelas dan mudah-mudahan bisa segera ditangkap. Sekarang tim kami masih di lapangan,” ujar Ernis, Sabtu (20/7).
Ia juga memastikan total pelaku berjumlah enam orang. Mereka ini sebelumnya merampok rumah Edi di Dusun Purwosari, Kuamang Kuning, Kecamatan Pelepat Ilir. Uang Rp 50 juta, dua sepeda motor, empat laptop, dan beberapa unit handphone berhasil dijarah.
Sementara barang bukti yang sudah ditemukan adalah lima sepeda motor. Yakni tiga milik pelaku dan dua unit milik korban. Sementara uang, laptop, hp, serta tiga pucuk senjata api rakitan yang mereka gunakan merampok, belum dapat ditemukan.
“Soal Burnadi, ada beberapa luka tembak dan juga sempat dihakimi massa. Sempat ditangani medis, tapi hanya bertahan beberapa menit,” ujar Ernis lagi. (*)
Penulis: muhlisin
Editor: suang


Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Pelaku Perampasan Mobil di Bungo Ditangkap di Jakarta



Ilustrasi
Ilustrasi
JAMBI - Tim gabungan dari Resmob Polda Jambi dan Polres Bungo, Sabtu (13/4) sore tadi sekitar pukul 17.00 WIB, melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku perampasan mobil Honda Jazz di Kabupaten Bungo, Jumat (5/4) pekan lalu, dengan korban bernama Murni. 

Dua orang pelaku yang berhasil ditangkap tersebut adalah Heri Kriswanto bin Kasman (22) dan Heru Anggriawan bin Kardimin (21), warga Desa Suka Makmur Kecamatan Bathin II Babeko Kabupaten Bungo. Ini dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Jambi, melalui pesan singkat kepada wartawan. 

"Pelaku berhasil ditangkap di Bandara Soekarno - Hatta Jakarta dan di Rawa Rotan M1 Jakarta Barat. Pelaku akan dibawa ke Jambi guna proses lebih lanjut," kata Wira Wijaya.

Dijelaskannya, pasca kejadian kedua tersangka langsung melarikan diri ke Jakarta. Keduanya berhasil ditangkap setelah sebelumnya petugas kepolisian melakukan penangkapan terhadap seseorang bernama Puji. 

Puji ditangkap di kawasan Simpang Rimbo, Kota Jambi, saat akan menjual barang bukti mobil yang sebelumnya dirampas oleh tersangka Heri dan Heru. Dari keterangan Puji, diketahui bahwa pelaku perampasan adalah kedua tersangka. 

"Dari keterangan Puji, tersangka Heri dan Heru diketahui lari ke Jakarta. Berbekal keterangan tersebut petugas kita langsung berangkat ke Jakarta untuk melakukan penangkapan," pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka Heri dan Heru merampas mobil korban Murni di Kecamatan Babeko Kabupaten Bungo. Saat itu, korban juga sempat dianiaya dan dibuang ke sungai. 

Reporter : Ikbal Ferdiyal

Sumber: http://www.metrojambi.com
Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Murni Dirampok dan Dibuang ke Sungai, Berikut Kronologisnya


Korban saat menjalani perawatan.
Korban saat menjalani perawatan.
MUARA BUNGO - Murni (37), warga BTN Cadika, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, dirampok, Kamis (4/4) sekitar pukul 5 sore. Pelaku berjumlah 3 orang, salah satunya adalah teman korban.

Kepada Metrojambi.com, Murni menceritakan kronologis kejadiannya. Awalnya, pada Kamis (04/04) sore, dirinya mengantar anaknya yang masih duduk di bangku SMP pergi les tambahan. Pada saat itu, korban dihubungi Heri, temannya. 

Heri meminta Murni menemuinya di simpang samping Kodim, Pasar Bawah Muara Bungo. Karena sudah mengenal pelaku, Murni bersedia menemuinya.

Heri meminta diantar ke rumah orangtuanya di Kelompok Tani. Namun, sesampainya di simpang Dusun Kelompok Tani, pelaku malah membelokkan mobil ke arah Simpang Babeko, Rimbo Ilir. Heri beralasan orang tuanya saat itu sedang ada di masjid dan belum pulang ke rumah. "Waktu itu, saya tidak curiga sama sekali, kalau Heri akan melakukan niat jahat kepada saya,” ungkap Murni.

Sesudah itu, dari simpang Babeko, mobil kembali ke arah Bungo. Bukannya langsung ke rumah orang tua Heri, pelaku malah memberhentikan mobilnya di depan pabrik air Minum Aguen dan tiba-tiba memukul kepala murni bagian belakang korban.

Mendapat pukulan itu, Murni mengaku melawan. Karena, melihat korbannya melawan, pelaku langsung mengeluarkan pisau dan mengancam korban untuk diam tidak melakukan perlawanan. “Saya terus melawan dan berusaha untuk merebut pisau hingga tangan saya mengalami luka,” kata Murni.

Melihat korban terus melakukan perlawanan, pelaku kembali memukul kepala korban dan mencekik lehernya hingga pingsan. “Saya dicekik hingga pingsan dan saya tidak ingat apa-apa lagi,” imbuhnya.

Heri kemudian membawa Murni kembali ke arah Muara Bungo. Sesampainya di depan masjid agung, korban sadar dari pingsannya dan kembali melakukan perlawanan. Melihat korbannya sadar dan kembali melakukan perlawanan, pelaku langsung mengarahkan pisau ke perut korban yang sudah dalam keadaan tangan terikat.

“Di situ saya tidak bisa berbuat banyak lagi, karena tangan saya dalam keadaan terikat dan mulut saya dilakban. Di situ juga dia memanggil kawannya untuk membantunya,” ujar Murni.

Murni yang saat itu dalam keadaan terikat dan seluruh tubuhnya dilakban hanya bisa pasrah dengan keadaanya. Namun dia masih dalam keadaan sadar dan dirinya dibawa ke arah Tebo bersama dua teman pelaku. “Pada saat itu teman pelaku mengatakan, dibuang saja ke sungai, yang mengira saya dalam keadaan pingsan,” jelasnya.

Sepanjang perjalanan, korban mengaku setiap ada sungai pelaku memberhentikan mobilnya dan bermaksud untuk membuang korban. Namun korban dibuang setelah tiba di Taman Lindung Bukit Sari, Sungai Bengkal, Tebo, yakni di jurang yang berkedalaman sekitar 15 meter dari atas jembatan.

Pada saat itu, pelaku mengira korban dalam keadaan pingsan langsung dan langsung menendang korban ke dalam jurang yang didalamnya terdapat sungai dengan kondisi terikat oleh lakban. “Sebelum saya dibuang, para pelaku berusaha memasukan saya ke dalam koper, namun karena tidak muat, korban langsung menendang saya kedalam sungai,” sebutnya.

Dalam keadaan terikat, korban tidak bisa untuk menyelamatkan berbuat apa-apa ketika berada di dalam jurang tersebut, dan sempat hanyut sekitar dua kilo meter, sebelum akhirnya tersangkur ranting.

“Pada saat itu sekitar pukul 23.00 WIB, dan dengan sisa-sisa tenaga, saya berusaha untuk ke pinggir sungai, dan alhamdulilah berhasil,” ungkapnya.

Setelah berhasil keluar dari jurang tersebut, korban berjalan mencari pertolongan warga sekitar. Namun upaya tersebut cukup lama, karena sekitar pukul 3 dini hari baru mendapatkan pertolongan dari warga sekitar. “Saat itu saya beberapa kali menyetop mobil yang lewat, mungkin karena saya dalam kedaan masih terikat makanya mobil tidak mau berhenti,” katanya.

Sesampainya di perkampungan, warga sekitar langsung membawanya ke Puskesmas terdekat untuk memberikan pertolongan medis kepada korban. Warga sekitar juga menghubungi pihak keluarga yang berada di Bungo.

Kemudian, oleh keluarga korban, akhirnya korban dibawa ke RSUD Muara Bungo, dan hingga saat ini pelaku yang berhasil melarikan mobil dan barang berharga korban belum ditemukan. 

Reporter : Kholistiono

Sumber: http://www.metrojambi.com

Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Polisi Selidiki Asal M16 Jhon Pebri


MUARABUNGO- Asal usul senjata M-16 milik Jhon Pebri alias Jhon bin M. Nur (30), warga Pelayang Kecamatan Bathin II, Kabupaten Bungo yang tewas dalam penyergapan yang dilakukan petugas gabungan Polres Bungo dan Brimob Detasemen B Pamenang, Kamis (7/3) lalu di Perumahan BTN Cadika Raya Blok C Nomor 4 Muara Bungo, hingga saat ini masih diselidiki.
Ini dikatakan Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Ricardo Condrat Yusuf, Selasa (12/3). "Asal senjata masih kita selidiki. Nomor serinya juga sudah dihapus," kata Ricardo.
Selain itu, kata Ricardo, pihaknya juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kemungkinan adanya pihak lain yang tergabung dalam komplotan Jhon Pebri. Sejauh ini, sambung Ricardo, komplotan Jhon Pebri juga ada yang berasal dari luar Provinsi Jambi.
"Kita duga dalam aksinya mereka ini yang secara individu, ada pula yang berkelompok," jelasnya.
Lebih lanjut Ricardo mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan sementara, di Kabupaten Bungo Jhon Pebri dan komplotannya pernah melakukan perampokan di Toko Emas Kuamang Kuning Indah di Pasar SPA Desa Purwasari Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo, pada 26 Januari 2013 lalu. Saat itu, Jhon dan komplotannya berhasil membawa kabur lebih kurang 12 kg emas.
"Untuk TKP lainnya juga masih kita selidiki. Kalau ada pelaku lainnya yang tertangkap mungkin bisa diketahui ada atau tidak TKP lain di Kabupaten Bungo," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, senjata api laras panjang jenis M-16,  diamankan dari tangan Jhon Pebri lengkap dengan magazin yang berisikan 24 butir peluru. Selain itu, juga diamankan tas pinggang hitam berisikan 124 butir peluru kaliber 5,56 mm. Juga diamankan 9 butir peluru FN kaliber 9 mm, dan 2 butir peluru kaliber 7,62 mm.
Selain senjata dan amunisi, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya, seperti tiga buah benda yang diduga jimat milik tersangka, serta satu unit sepeda motor Yamaha Vixion tanpa nomor polisi, yang diduga sering digunakan tersangka untuk melakukan aksi kejahatan. Selain itu, juga diamankan sebuah dompet berisikan STNK motor Honda BH 4943 UK atas nama Megi Sastrawan.

Sumber: http://www.jambi.polri.go.id/kriminal-jambi/185-polisi-selidiki-asal-m16-jhon-pebri-.html



Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Polres Bungo dan Sat Brimobda Jambi Tembak Mati Pelaku Curas Bersenjata M16

Dengan Sejumlah Jimat Anti Bacok.
MUARA BUNGO - Pada hari Kamis tanggal 7 Maret 2013  pukul 03.00 Wib di Perumahan BTN Cadika Raya Blok C nomor 4 telah terjadi penangkapan tersangka Curas An. Jhon Pebri als Jhon bin M. Nur, 30 tahun, Desa Pelayang Kecamatan Bathin II Pelayang Kabupaten Bungo oleh  tim gabungan anggota Brimob Den B Pamenang  dan anggota Opsnal Polres Bungo yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bungo.  


Foto : www.infojambi.com

Pada saat dilakukan penangkapan tersangka An. Jhon Pebri terjadi baku tembak antara tim gabungan dengan tersangka yang mengakibatkan tersangka meninggal dunia ditempat dengan mengalami luka tembak di bagian  pinggang, bahu dan kepala (pecah).  Pada saat bersamaan ditemukan  barang bukti di TKP milik tersangka berupa  senjata api laras panjang M-16 organik berikut magazen dengan nomor seri dalam keadaan dihapus serta  tas pinggang yang berisi peluru.


Kronologis kejadian :

Kejadian berawal dari ditangkapnya Sdr Arizal als Ical Bin Bujang, 25 tahun, sopir Wakil Ketua DPRD Kab. Bungo yang diduga mengetahui keberadaan tersangka pelaku Curas a.n Jhon Pebri, setelah dilakukan interogasi oleh Tim gabungan didapat keterangan terkait keberadaan tersangka, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, tim gabungan yang terdiri dari Brimob Den B Pamenang dan Opsnal Polres Bungo yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bungo AKBP Adi Affandi, SIK untuk melakukan  penangkapan.



Pada hari Kamis pukul 03.00 Wib dilakukan pengerebekan rumah yang beralamat di perumahan BTN Cadika Blok C No 4 milik Sdri. Nurhidah, 34 tahun dan saat dilakukan penggrebekan, tersangka melakukan perlawanan dengan cara melepaskan tembakan ke arah petugas sehingga terjadi baku tembak. Akibat dari baku tembak tersebut tersangka meninggal dunia di TKP dengan mengalami luka tembak di bagian pinggang, bahu dan kepala (pecah), setelah dilakukan pengamanan di TKP ditemukan barang bukti berupa :

  • Senjata api laras panjang jenis M- 16 lengkap dengan magazen yang berisikan 24 (dua puluh empat) peluru.
  • Tas pinggang hitam  yang berisikan 124 (seratus dua puluh empat) butir peluru kaliber 5,56 mm.
  • 9 (sembilan) butir peluru FN kaliber 9 mm.
  • 2 (dua) butir kaliber 7,62 mm.
  • Dompet warna coklat yang berisikan STNK Spm R2 automatic merk Honda BH 4943 UK  a.n. pemilik Megi Sastrawan.
  • 3 (tiga) buah benda yang diduga jimat milik tersangka.

Selanjutnya dilakukan evakuasi terhadap tersangka ke RSUD H. Hanafi Muara Bungo guna dilakukan otopsi untuk kepentingan Penyidikan.


Sumber: http://humas.polri.go.id


Ad
BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Rumah Perwira Polisi Dirampok

Ilustrali Rampok - foto google.com  
  MUARABUNGO – Aksi pencurian semakin menjadi-jadi di Kabupaten Bungo. Pelaku tak lagi pilih-pilih korbannya. Terbukti pada peritiwa yang terjadi, Jumat (22/2), rumah seorang perwira menengah Polres Bungo disatroni maling disiang bolong. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00, ketika pemilik rumah Kompol Yusril, Kabag Perencanaan (Bagren) Polres Bungo sedang tak ada di rumah. 

Dari informasi dihimpun Jambi Independent (Grup JPNN) di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku diduga berjumlah tiga orang itu berhasil masuk dengan merusak jendela samping rumah yang beralamat di depan SD Negeri 60, Kelurahan Cadika, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo. Akibatnya, pelaku berhasil menggasak barang-barang berharga milik korban. 

Saat kejadian itu, perwira menangah berpangkat komisaris polisi (kompol) itu sedang mengantar istrinya belanja ke pasar. Sementara rumah saat itu dikunci, tanpa penghuni satupun. Di dalam perjalanan pulang, korban mendadak mendapat telepon dari pembantu yang memberi tahu rumah berantakan.

Sesampai di rumah, korban terkejut ketika melihat isi rumah berantakan. Jendela ditemui telah rusak dan barang berharga miliknya hilang. Tak lama berselang polisi datang ke TKP. Beberapa saksi yang tak mau namanya disebutkan menduga pelaku berjumlah tiga orang. Sebab, sebelumnya kejadian ada satu mobil jenis Honda Jazz mondar-mandir di sekitar rumah korban.

Katanya, di dalam mobil tersebut ada tiga orang yang mencurigakan. Satu orang bertugas mengemudikan mobil, satu masuk ke dalam rumah dan satu lagi menunggu di luar rumah. “Mobil itu dua kali ke sini (TKP, red), pertama mereka turunkan dua orang yang diduga sebagai tukang bobol. Dan habis itu mobil tersebut pergi ke arah Perumnas. Kemudian selang sepuluh menit mobil itu datang lagi dan membawa dua orang yang diturunkannya tadi,” ungkap saksi itu.

Kapolres Bungo AKBP Andi Affandi melalui Kabag Ops Polres Bungo Kompol Switanto membenarkan aksi perampokan tersebut. Dia menjelaskan, tim sudah melakukan olah TKP dan melaku masih dalam lidik.

“Akibat kejadian ini, Kompol Yusril kehilangan uang tunai Rp 2 juta, lima unit jam tangan, perhiasan dan surat berharga, diduga total kerugian puluhan juta,”  kata kabag ops.(mar)

Sumber: http://www.jpnn.com


Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Perampok Toko Emas di Kuamang Kuning Lepaskan 8 Tembakan, Emas 10 Kg Dibawa Kabur


MUARA BUNGO – Kapolsek Pelepat Ilir, Bungo, AKP Selamet Riyadi, menyatakan pelaku perampokan di toko emas Kuamang Kuning pada Sabtu (26/1) pukul 5 sore menggunakan senjata jenis FN kaliber 45 dan menggunakan baju lengan panjang, sarung tangan, dan helm.
Ilustrasi - Foto http://www.metrojambi.com
“Perampok yang berhasil membawa kabur emas sebanyak 10 kilogram itu, berjumlah empat orang dengan mengendarai dua sepeda motor. Saat melakukan aksi, dua orang bertugas untuk masuk ke toko dan dua orang lagi tetap di atas motor,” ujarnya.

Ketika masuk toko emas, kedua perampok kemudian menodongkan senjata kepada kedua penjaga toko, dan kemudian secara leluasa mengambil emas yang berada di toko tersebut. Penjaga toko idak berkutik ketika ditodong senjata, apalagi sempat dipukul dengan senjata tersebut, hingga salah satu penjaga mendapatkan lima jahitan di kepala.

“Saya waktu itu memang tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi perampok itu membawa senjata., bahkan berteriak pun saya tidak berani, kalau ditembak. Saya juga sempat dipukul di kepala dengan senjata yang dibawa,” ujar Abdullah, salah satu penjaga toko emas.

Menurutnya, beberapa warga yang berada di dekat lokasi kejadian juga tidak berani untuk berteriak, karena keempatnya membawa senjata.
Dirinya juga menceritakan, kronologis kejadian, dimana awalnya kedua perampok yang masuk ke toko tersebut berpura-pura menanyakan plastic kresek, yang nada suaranya dengan logat Jawa.
Awalnya dirinya juga tidak meladeni serius kedua perampok tersebut, meski membawa senjata karena dikiranya hanya softgun. Namun, setelah keduanya melepaskan senjata yang diperkirakan ada delapan kali, baru dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.

Sedangkan pemilik toko emas, yakni Indra terlihat masih syok ketika ditemui awak media. Dirinya masih bungkam terkait perampokan yang terjadi di tokonya. “Nanti sajalah, belum bisa,” ungkapnya singkat. (pm9)
Sumber: http://www.metrojambi.com

Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Perampok Rp 9 Miliar Itu Masih di Bungo

Rabu, 08 September 2010
MUARABUNGO – Tiga tersangka pelaku perampokan, Dohar Ardian Hutabarat (37), Hery Aryanto (20) dan Supriadi alias Jojon (24) yang ditangkap Tim Buser Polres Bungo, Jambi, hingga kini masih ditahan di Mapolres Bungo.

Dohar dan Hery, warga Muara Bungo, serta temannya, Jojon, warga Mangun Jayo, Muko-Muko, Bengkulu, ditangkap Selasa (7/9), sekira pukul 15.00 WIB. Polisi menggagalkan perampokan uang Rp 9 miliar, dan mengamankan sepucuk pistol standar Polri bersama 3 pelurunya.

Sebelum ditangkap, Hery dan Jojon menggunakan Yamaha Vixion tanpa plat nomor mengikuti mobil milik KUD SPC yang membawa uang tunai senilai Rp 9 miliar ke salah satu unit KUD. Tahu mobil itu dikawal polisi, Hery dan Jojon menunda aksinya sampai si polisi pergi.

Tapi sayang, gerak-gerik mereka sudah ketahuan oleh polisi yang mengawal. Polisi menggagalkan rencana kawanan rampok itu dan langsung menangkap mereka. Ketika digeledah, polisi menemukan sepucuk pistol dan 3 amunisinya.

Kedua tersangka kemudian dibawa ke Polres Bungo. Disana terungkap masih ada seorang tersangka lagi, Dohar Ardian Hutabarat. Tugasnya memberi informasi, pengamat situasi dan penunjuk jalan. Polisi pun melacak keberadaan Dohar, dan berhasil menangkapnya.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, mengatakan, tiga kawanan rampok itu diamankan di Mapolres Bungo. “Mereka masih diproses oleh satreskrim Polres Bungo guna pengembangan kasus lebih lanjut,” ujar Almansyah yang mengaku belum tahu asal-usul pistol yang disita. (infojambi.com)
laporan : aldi panri l editor : doddi irawan

Sumer: http://www.infojambi.com


Sarang Semut Papua - Herba Anti Kanker No. 1!
 
.
.
Hotel+di+Muara+Bungo
handphone-tablet

Peralatan Elektronik dan Gadget Pilihan dari Toko Online Terpercaya

Gadget Unik - Jual Beli Aman
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>